Langsung ke konten utama

MENELUSURI JEJAK SEJARAH TAMBANG FREEPORT PAPUA

January 10, 2022
By admin
URL: https://rajaemasindonesia.co.id/menelusuri-jejak-sejarah-tambang-freeport-papua/ 
sejarah tambang Freeport Papua

Di balik megahnya Pegunungan Jayawijaya, tersimpan kisah panjang tentang sejarah tambang Freeport Papua. Sejak masa kolonial Belanda, potensi emas di wilayah ini menarik perhatian dunia. Kini, tambang Freeport menjadi salah satu produsen emas dan tembaga terbesar di planet ini. 

Menelusuri kisahnya bukan sekadar belajar sejarah, tetapi juga memahami bagaimana kekayaan emas Indonesia berkontribusi besar bagi pembangunan bangsa.

Berawal dari Catatan Kapten Belanda di Abad ke-17

ekspedisi Kapten Johan Carstensz

Sejarah Freeport masuk Indonesia berawal dari catatan seorang pelaut Belanda bernama Kapten Johan Carstensz pada 16 Februari 1623. Ia menulis tentang adanya gunung bersalju di Papua, sesuatu yang dianggap mustahil karena wilayah tersebut berada di dekat garis khatulistiwa. 

Namun, catatan ini menjadi awal dari berbagai ekspedisi ilmiah untuk menyingkap misteri gunung salju di Tanah Cenderawasih.

Ekspedisi Lorentz: Mencari “Gunung Salju” Papua

ekspedisi Lorentz

Selanjutnya pada tahun 1909, penjelajah Belanda Hendrikus Albertus Lorentz memimpin ekspedisi besar ke pedalaman Papua untuk membuktikan kebenaran catatan Carstensz. 

Dengan bantuan suku Dayak Kenyah yang ahli bertualang di alam liar, Lorentz akhirnya mencapai Puncak Wilhelmina (sekarang bernama Puncak Trikora). 

Dari sinilah dunia akhirnya percaya bahwa memang ada “gunung salju” di jantung tropis Indonesia.

Ekspedisi Dozy: Penemuan Gunung Rumput dan Gunung Bijih

ekspedisi Dozy

Kemudian momen penting dalam sejarah sumber emas Papua terjadi pada 1936. Pada waktu itu Jean Jacques Dozy, ahli geologi Belanda, menemukan dua lokasi kaya mineral yang dinamakan Grasberg (Gunung Rumput) dan Ertsberg (Gunung Bijih).

Penemuan ini sempat terlupakan karena Perang Dunia II, namun kelak mengubah wajah industri pertambangan Indonesia.

Freeport: Menemukan “Harta Karun Papua”

jumlah produksi tambang emas di Papua

Laporan Dozy akhirnya ditemukan kembali oleh Forbes Wilson dari Freeport pada 1959. Freeport sendiri adalah perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat yang sudah ada sejak tahun 1912. 

Perusahaan ini bergerak di bidang penambangan dan pengolahan mineral, terutama emas, tembaga, dan perak. 

Wilson selanjutnya melakukan ekspedisi ke Ertsberg dan menemukan cadangan emas, tembaga, serta perak dalam jumlah luar biasa. Klaim itu terbukti benar, sepanjang 1990–2019 saja, jumlah produksi tambah emas di Papua mencapai hingga ± 46 juta ons.

Freeport Resmi Menambang di Papua pada Era Presiden Soeharto

pertambangan pertama Freeport

Freeport akhirnya mendapat izin resmi untuk menambang di Papua pada 7 April 1967, di bawah pemerintahan Presiden Soeharto. Era Ini menjadi tonggak sejarah karena Freeport adalah perusahaan asing pertama yang beroperasi di Indonesia setelah kemerdekaan.

Dari Ertsberg ke Grasberg: Tambang Emas Terbesar di Dunia

Papua tambang emas terbesar

Operasi penambangan kemudian dimulai di Ertsberg pada 1973, lalu berlanjut ke Grasberg pada 1988 setelah ditemukan kandungan emas yang jauh lebih besar. Kini orang mengenal Grasberg sebagai tambang emas terbesar di dunia dan salah satu tambang tembaga paling produktif di planet ini.

Grasberg: antara Kebanggaan dan Kontroversi

Grasberg Papua

Meski memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional, tambang ini juga menghadirkan tantangan, mulai dari isu lingkungan hingga hak masyarakat adat. Kini, Indonesia telah memiliki saham mayoritas di PT Freeport Indonesia, memastikan manfaat kekayaan alam ini kembali ke negeri sendiri.

Jadi Freeport milik siapa, kepemilikan saham pemerintah Indonesia adalah sebesar, 51,23% dan sisanya, 48,77% milik Freeport-McMoRan Inc, Amerika.

Dari kisah panjang sejarah tambang Freeport Papua, kita belajar bahwa emas bukan hanya simbol kemewahan, tetapi juga bukti kekayaan dan perjuangan bangsa. Nilainya yang abadi menjadikan logam mulia ini selalu jadi favorit dari masa ke masa. 

Bagi Anda yang ingin menjual emas lama, jual emas dari toko lain, perhiasan tanpa surat, atau logam mulia, Raja Emas Indonesia siap memberikan harga terbaik dan pelayanan profesional. Di sini, setiap gram emas Anda akan dihargai dengan jujur, fair, dan transparan.

Kunjungi store terdekat kami dan rasakan pengalaman transaksi emas yang nyaman dan menyenangkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA

  Persiapan khotba untuk Ibadah Rayon 2 Jemaat Pos PI Amin Pada hari kamis, 14 Agustus 2025 Di rumah keluarga Bapak Gabriel Mbogau By Hengki Wamuni 1 Korintus 7: 17-24 (bc-17) SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA – Berusaha Hidup Sesuai Tujuan Dan Rencana Kekal Allah Introduksi Paulus menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam konteks jemaat Tesalonika yang saat itu menghadapi pembatasan akses dan ruang bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Pembatasan itu diberlakukan dengan alasan: Sistem agama dan budaya : masih terjadi perdebatan soal hukum Taurat , khususnya mengenai sunat di kalangan jemaat. Strata sosial : perbedaan antara tuan dan hamba. Status perkawinan : antara yang sudah menikah dan yang lajang. Atas hubungan perbedaan inilah, Paulus menegaskan bahwa keadaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi diri dalam menjalankan pekerjaan dan pelayanan Tuhan. Jika sudah bersunat, jangan berusaha menghapus...

MENEMUKAN IDENTITAS BARU DAN PEMULIHAN HIDUP

By Hengki Wamuni INTRODUKSI Tulisan ini adalah catatan refleksi pribadi selama mengikuti retreat. Menutup semester pertama, Yayasan Pendidikan Amamapare (YPA) Papua menyelenggarakan retreat selama tiga hari di Ruang MPR (Aula) YPA Papua. Bagi saya, momen ini sangat penting karena melalui kegiatan tersebut saya memperoleh banyak pembelajaran baru yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan pemulihan hidup. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah para pemateri termasuk ketua komunitas mereka datang dari latar belakang pengalaman hidup yang beragam, yaitu pengalaman pahit di masa lalu. Melalui kesaksian hidup mereka, pengalaman pribadi yang telah dipulihkan menjadi kesaksian yang menguatkan dan memberkati orang lain. Dari situ kami belajar tentang kehidupan melalui kehidupan yang nyata dan hidup. Refleksi saya berawal dari kesaksian hidup yang saya dengarkan selama retreat, yang kemudian saya bandingkan dengan realitas kehidupan anak-anak Papua. PENGALAMAN KEHIDUPAN ANAK PE...

Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat

  HIDUPKAN NADI GEREJA [Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat]  By Hengki Wamuni Gereja Mulai Bergeser Dari Tugas Panggilan  Dewasa ini, dalam banyak hal, gereja tampak mulai bergeser dari pusat panggilannya. Fungsi utamanya kerap melemah, sementara perannya lebih sering terlihat sebagai tempat pertemuan rutin atau panggung untuk khotbah retorika yang indah didengar, namun kurang menyentuh realitas kehidupan jemaat. Pelayanan kadang terjebak pada formalitas dan jabatan, bukan lagi panggilan hati. "Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" ( Yohanes 15:5 ). Pergumulan Jemaat Yang Terabaikan Ironisnya, di tengah semarak kegiatan, banyak jemaat justru hidup dalam pergumulan berat yang terabaikan. Ada rumah tangga yang retak, anak-anak yang kehilangan perhatian, pemuda yang terseret ke pergaulan buruk, ibu-ibu janda yang berjuang sendiri, serta pengangguran yang dibiarkan tanpa solusi. Sebagian jemaat terjebak dalam pola hidup yang mer...