*Rektor Universitas Islam Indonesia membacakan puisi ini pada Kenduri kemarin sore (22/11/2025) di Bundaran UGM.*
*"TETAPLAH BODOH"*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,*
*jika pintar menuntut kita percaya*
*bahwa kayu* *gelondongan memang tumbang* *sendiri ,kebetulan saja sebagian diberi nomor*
*agar tak tersesat pulang.*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,*
*jika pintar* *mengharuskan kita sepakat*
*bahwa sawit juga pohon karena punya* *daun hijau ,cukup untuk mengganti nama hutan ,*
*meski akarnya tak lagi sudi menahan air.*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,jika* *pintar berarti curiga pada suara kritis ,dianggap menggiring opini ,menganggap pemerintah tidak bekerja sempurna , dan empati harus menunggu siaran media.*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,jika pintar mengajarkan* *bahwa bantuan asing*
*yang tak seberapa itu* *berbahaya ,bisa* *meruntuhkan martabat bangsa*
*yang konon berdiri tegak—tanpa bantuan siapa~siapa.*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,jika* *pintar mensyaratkan*
*bantuan bencana dari* *diaspora*
*perlu dipajaki dulu ,agar duka ikut menyumbang penerimaan negara.*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,jika* *pintar berarti setuju*
*cukup Menteri* *memanggul karung bantuan ,sementara empati dianggap bonus ,tak wajib ,apalagi tulus.*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,jika pintar menuntut kita percaya*
*bahwa ribuan korban hanyalah angka ,terlalu kecil untuk disebut bencana nasional ,hanya cukup jadi catatan kaki laporan tahunan.*
*Tetaplah bodoh ,kawan ,jika* *pintar menganggap alih hutan ke sawit*
*adalah* *keniscayaan ,dan banjir selalu bisa kita titipkan*
*pada takdir—*
*agar tangan manusia tetap tampak tak ternoda.*
*Mari ,tetap bodoh ,kawan.*
*Sebab di negeri ini ,terlalu sering ,yang disebut pintar*
*justru adalah kelihaian*
*melawan akal sehat ,menyembunyikan fakta , dan memperdayai sesama.*
*Kawan ,mari ,tetap bodoh.*
*Fathul Wahid*
*Sleman ,22 Desember 2025.*
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca tulisan ini. Kami sangat menghargai setiap pemikiran dan pengalaman yang anda bagikan. Silakan tuliskan komentar anda dengan penuh kejujuran dan rasa hormat, agar diskusi ini menjadi ruang yang membangun dan memberkati semua pembaca. Amakanee