Devotion Morning
March 3rd, 2026 – Tuesday
Amsal 20:24
“HANYA TUHAN YANG MENGETAHUI PERJALANAN HIDUP KITA DI MASA DEPAN.”
1. Manusia Diciptakan Secara Istimewa
Pada awal penciptaan, segala sesuatu dijadikan melalui Firman. Firman berkata, “Jadilah,” maka semuanya jadi. Namun ada satu hal yang unik dan berbeda dalam penciptaan manusia.
Sebelum manusia diciptakan, ada semacam “musyawarah ilahi” sebuah perencanaan khusus. Manusia dirancang berdasarkan kuasa, kemuliaan, dan kehendak Allah yang sempurna. Lalu diciptakanlah manusia serupa dan segambar dengan Allah sendiri.
Rupa dan gambar ini bukan dalam arti fisik, bukan maskulin atau feminin. Allah bukan laki-laki atau perempuan.
Yang dimaksud dengan gambar Allah adalah bahwa manusia menerima unsur-unsur dari Allah sendiri: Pikiran, Perasaan, Kehendak bebas.
Di sinilah letak keistimewaan manusia.
Manusia diciptakan dengan tujuan besar: hadir di bumi untuk mewakili Allah dan melaksanakan mandat yang dipercayakan-Nya.
2. Kehendak Bebas dan Kerusakan Gambar Allah
Dalam kekudusan, Allah ingin manusia hidup bertanggung jawab secara iman dan moral kepada-Nya. Segala yang kita pikir dan lakukan seharusnya berpusat pada Allah dan demi kemuliaan-Nya.
Namun salah satu unsur dalam diri manusia, yaitu kehendak bebas itulah yang menjadi tantangan moral. Manusia pertama tidak memegang firman Tuhan, tetapi memilih jalannya sendiri.
Akibatnya, gambar Allah dalam diri manusia menjadi rusak. Tetapi tidak sepenuhnya hilang.
Dosa menguasai hati manusia, tetapi benih Allah masih ada.
3. Yesus Kristus: Teladan Pemahaman Identitas
Tidak ada tokoh dalam Alkitab yang memahami identitas dirinya dengan sempurna selain Yesus Kristus.
Yesus adalah Allah yang mengambil rupa manusia. Ia memahami sepenuhnya bahwa Ia adalah Pendamai, Ia adalah Penyelamat, Ia datang untuk membenarkan manusia di hadapan Allah. Kemudian, Yesus tahu tujuan kedatangan-Nya menyelesaikan utang dosa manusia dengan mengorbankan diri-Nya sendiri. Dari sini kita belajar memahami identitas dan tujuan hidup akan menuntun kita berjalan sesuai rencana Allah.
4. Kita Adalah Benih Allah
Setiap manusia adalah Benih Allah, Wajah Allah, serta Kehadiran Allah. Tidak peduli kita lahir di mana. Tidak peduli latar belakang keluarga kita harmonis atau tidak. Tidak peduli masa lalu kita hancur atau penuh luka. Gambar Allah dalam diri kita tidak pernah sepenuhnya hilang.
Kehadiran kita bukan kebetulan. Bukan sekadar proses biologis. Ada rancangan Tuhan yang besar dalam setiap kehidupan.
5. Bagaimana Kita Menyadari Tujuan Hidup?
Kembali ke Amsal 20:24, Tuhanlah yang menentukan langkah hidup kita.
Untuk memahami tujuan itu
5.1. Sadar bahwa kita adalah benih Allah
Banyak orang mencari identitas melalui alkohol, hubungan tidak sehat, atau hal-hal duniawi lainnya.
Firman Tuhan mengingatkan bahwa mengenal diri dimulai dengan menyadari bahwa kita adalah gambar Allah. Menemukan diri menurut versi Allah, bukan versi kita sendiri.
5.2. Koreksi diri pribadi
Evaluasi diri memang sulit. Apakah perjalanan hidup kita sudah sesuai kehendak Tuhan? Apakah masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki?
Tahap ini adalah pengakuan akan kesalahan, sekaligus membangun kebiasaan baik.
5.3. Komitmen untuk berubah
Kesadaran saja tidak cukup. Harus ada tindakan nyata: Doa dan membaca firman secara pribadi, Mencari pembimbing rohani, Bergabung dalam komunitas untuk bertumbuh, serta bisa membaca buku rohani yang membangun iman.
5.4. Dipimpin Roh Kudus
Tuhan memberikan Roh Kudus sebagai penuntun. Seperti yang disampaikan dalam devotion sebelumnya, Roh Kudus adalah terang dalam kegelapan.
Kita memang tidak mengetahui masa depan sepenuhnya. Tetapi Roh Kudus akan menuntun kita melakukan apa yang sesuai dengan rencana Allah.
Iman berjalan bersama tanggung jawab.
Orang yang mengenal dirinya di dalam Kristus dan dipimpin Roh Kudus akan memahami langkah yang harus ia ambil sebagai anak Tuhan.
Dan dengan demikian, ia dapat menjalani masa depan dengan kesadaran dan keyakinan.
PENUTUP
Tuhanlah yang mengetahui perjalanan hidup kita. Tugas kita adalah: Mengenal identitas kita. Mengoreksi diri. Berkomitmen untuk bertumbuh. Dan berjalan dipimpin Roh Kudus.
Karena kita bukan kebetulan. Kita adalah gambar Allah yang sedang dipulihkan.
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca tulisan ini. Kami sangat menghargai setiap pemikiran dan pengalaman yang anda bagikan. Silakan tuliskan komentar anda dengan penuh kejujuran dan rasa hormat, agar diskusi ini menjadi ruang yang membangun dan memberkati semua pembaca. Amakanee