Abstrak Konsep Emo dalam masyarakat Moni merupakan salah satu bentuk pemahaman religius lokal mengenai Pribadi Yang Mahatinggi yang telah dikenal sebelum masuknya Kekristenan di wilayah Moni, Papua. Namun, dalam proses penginjilan dan penerjemahan Alkitab, para misionaris Christian and Missionary Alliance (CMA) tidak menggunakan istilah Emo sebagai padanan nama Allah, melainkan memperkenalkan istilah Aiga Nggaga Zonowi. Naskah ini bertujuan menganalisis dan membandingkan konsep Allah menurut masyarakat Moni dengan konsep Allah yang diperkenalkan oleh misionaris CMA, serta mengkaji implikasinya dalam perspektif teologi kontekstual. Penelitian menggunakan metode studi komparatif dengan pendekatan teologi kontekstual melalui kajian pustaka, analisis dokumen sejarah gereja, dan data wawancara yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Emo dipahami oleh masyarakat Moni sebagai Pribadi transenden yang berperan sebagai pencipta, pemelihara, penguasa, dan hakim moral, se...
Blog ini ialah tempat untuk berbagi artikel, opini, referensi buku, dan catatan pembacaan situasi serta jurnal harian. Saya menulis untuk belajar, melatih kemampuan menulis, dan menumbuhkan kebiasaan membaca. Semua tulisan merupakan refleksi pribadi dan tidak mewakili pihak mana pun. Kritik, saran, dan tanggapan dari pembaca sangat saya hargai.