Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat

  HIDUPKAN NADI GEREJA [Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat]  By Hengki Wamuni Gereja Mulai Bergeser Dari Tugas Panggilan  Dewasa ini, dalam banyak hal, gereja tampak mulai bergeser dari pusat panggilannya. Fungsi utamanya kerap melemah, sementara perannya lebih sering terlihat sebagai tempat pertemuan rutin atau panggung untuk khotbah retorika yang indah didengar, namun kurang menyentuh realitas kehidupan jemaat. Pelayanan kadang terjebak pada formalitas dan jabatan, bukan lagi panggilan hati. "Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" ( Yohanes 15:5 ). Pergumulan Jemaat Yang Terabaikan Ironisnya, di tengah semarak kegiatan, banyak jemaat justru hidup dalam pergumulan berat yang terabaikan. Ada rumah tangga yang retak, anak-anak yang kehilangan perhatian, pemuda yang terseret ke pergaulan buruk, ibu-ibu janda yang berjuang sendiri, serta pengangguran yang dibiarkan tanpa solusi. Sebagian jemaat terjebak dalam pola hidup yang mer...

OPINI REFLEKSIKAN PILKADA TELAH SILAM DAN PESTA POLITIK KINI [Pesta Politik Kali Ini Antara Sengketa Dan Pemilu Yang Bermartabat]

  By Hengki Wamuni PENGANTAR Dalam menulis opini ini secara singkat saya akan menguraikan beberapa pokok pikiran berangkat dari refleksikan Kembali pengalaman sengketa politik sebelumnya, dendaman pesta politik yang mempengaruhi dalam berpemerintahan dan bermasyarakat, politik uang, serta beberapa tanggungjawab dasar para penyelenggara. Pada uraian berikut ini saya tidak basa-basi tetapi langsung masuk gagasan inti secara singkat. Opini bertajuk subjudul 'Pesta Politik Kali Ini Antara Sengketa Dan Pemilu Yang Bermartabat’ tidak lahir dari sebuah bahan pemikiran tanpa dasar melainkan bertolak dari pengalaman dalam beberapa pesta politik yang menandai sengketa pilkada. Dampak konflik pilkada selama penyelenggaraan politik kurang lebih dua decade belakangan ini cukup besar terasa dalam semua senti kehidupan bermasyarakat dan berpemerintahan. Siapa dalangnya? Apa pemicu konflik? Mengapa sengketa? Adalah pertanyaan kunci yang harus ditelaah secara jujur dan terbuka dalam urian ber...