MENGGERAKKAN GEREJA & MASYARAKAT
BUKU PANDUAN UNTUK PEMBINA IWATALI
PAPUA
Ini
Catatan saja saya saat mengikuti pelatihan kegiatan ini utusan gereja Kingmi.
lainnya saya salin dari buku panduan yang tim pakai sebagai bahan mengajar.
Catatan ini penting tidak hanya gereja tetapi juga komunitas yang berbasis di
masyarakat sebagai suatu kerangka yang bisa menolong dalam konstruksi
kerja-kerja nyata. Karena, pelatihan ini merupakan berangkat dari pengalaman
masyarakat lokal Afrika ketika mereka menghadapi krisis ekonomi yang sangat
berdampak pada besar pada kesehatan, kemiskinan dll.
PENGANTAR.
Selamat
datang di MGM (Menggerakan Gereja dan Masyarakat). MGM bantu pemimpin gereja
dan Jemaat kerjasama masyarakat supaya ada perubahan baik bagi masyarakat. Ini
suatu proses yang bisa kasih Harapan, harga diri dan transformasi gereja
sekalian masyarakat. Ini dari pengalaman di lapangan Afrika dan Asia selama 20
tahun. MGM bisa kasih semangat untuk gereja dan masyarakat tentang perubahan
baik supaya mereka bisa buat untuk diri sendiri.
MGN
bantu masyarakat pakai mereka punya sumber daya dengan baik dan juga bantu
mereka tambah keterampilan dan keahlian. Proyek pembangunan terlalu sering
tergantung pada dana bantuan dari luar, dan hal ini sering bikin masyarakat
lebih susah lagi. MGM mau buat hal baru, tentukan masa depan dengan sumber daya
mereka sendiri.
Buku panduan ini termasuk hal-hal
berikut:
Apa itu MGM - tujuan, manfaat, peran pembinaan?
●
Pemberian fisik ke Padang gereja - pelajaran Alkitab dan
kegiatan untuk bantu gereja-gereja dapat visi yang termasuk keterlibatan
masyarakat.
●
Pemberian fisik kepada masyarakat - kegiatan dan ide-ide
untuk bandul masyarakat menilai kebutuhan dan sumber daya mereka dengan
pelajaran Alkitab yang sesuai.
●
Bercita-cita dan buat rencana - kegiatan dan ide-ide yang
membantu masyarakat dapat visi dan rencana untuk masa depan, dengan pelajaran
Alkitab yang tepat sasaran.
●
Ambil tindakan - kegiatan dan saran untuk masyarakat pastikan
bahwa rencana tersebut dijalankan dan menyebabkan perubahan baik.
●
Evaluasi - lihat kembali bagaimana gereja dan masyarakat
kerjasama dalam perencanaan dan implementasi kegiatan yang bisa buat perubahan
baik bagi masyarakat.
Kami masih sedang proses
perkembangan materi untuk MGM di dalam gereja GIDI. Setiap kali ada lokakarya
materi akan ditambah.
Garis Besar dan Tujuan Program Menggerakkan Gereja dan
MasYARAKAT (MGM)
A. Apa tujuan MGM?
MGM kasih visi kepada Jemaat buat gereja dan masyarakat
di tempat. MGM, lewat pelajaran Alkitab dan kegiatan, akan ciptakan semangat
sambil memberdayakan gereja untuk terjun ke masyarakat dan bantu orang cari
tahu apa yang harus diperbaiki atau dirubah. Juga, bagaimana bisa tolong mereka
manfaatkan sumber dayanya untuk jawab atau memenuhi kebutuhan mereka.
Kamu akan disebut 'bangsa yang membangun kembali
tembok-tembok dan membetulkan rumah-rumah yang hancur'. Yesaya 58:9-12."
B. Apa manfaat MGM?
MGM
dibangun di atas kekuatan dan harapan gereja yang ingin buat perbedaan dalam
komunitas mereka. Ada banyak manfaat MGM untuk gereja dan masyarakat.
Manfaat Untuk Gereja.
●
Jemaat bertumbuh sebagai pengaruh baik untuk masyarakat.
●
Gereja dibantu untuk tingkat apa yang ada di Alkitab dan
perannya sebagai penolong masyarakat.
●
Bantu temukan sumber daya dalam gereja.
●
Membangun hubungkan yang baik di dalam dan di luar Jemaat.
●
Percaya diri berkembang melalui kerjasama.
●
Membendung gereja menjadi komunitas yang berkembang.
●
Menurun ketergantungan.
Manfaat untuk masyarakat
●
Mandiri
●
Punya tujuan yang jelas
●
Harga diri
●
Perubahan baik yang akan diteruskan
●
Punya harapan dan kesejahteraan
●
Jadi maupun untuk sesuaikan diri dengan perubahan budaya dan
lingkungan yang akan datang
●
Hubungkan yang lebih baik di antara masyarakat.
C. Apa tahap kunci MGM?
1.
Memberi visi kepada gereja
sambil memperlengkapi gereja.
MGM mengenai
kerjasama dengan para pemimpin gereja dan anggotanya untuk Bandung mereka paham
baik tanggung jawab sebagai orang Kristen untuk melayani komunitas lokal.
Proses
ini akan bantu-bantu untuk saya diri anggota gereja. Juga, akan bantu mereka
tahu kekuatan dan sumber daya mereka, dan akhirnya mereka akan percaya bahwa
mereka bisa buat perubahan.
2.
Memberi visi kepada
masyarakat.
Gereja, ketika
sudah paham baik visinya MGM, akan rapat sama masyarakat untuk bahas kebutuhan
dan sumber daya mereka, sekalian dapat Dan bahas informasi, dan memutuskan apa
yang perlu diubah.
3.
Punya cita-cita dan
merencanakan untuk ambil tindakan.
Setelah semua
orang setuju dengan apa yang perlu diubah, gereja dan masyarakat bisa kerjasama
kembangkan visi untuk masa depan. Kemudian, bikin rencana bagaimana mereka bisa
bawa perubahan, dengan sumber daya mereka sendiri.
Pasti ini akan
termasuk perencanaan kegiatan untuk komunitasnya artinya kegiatan yang
dirancang dan dijalankan oleh masyarakat dengan sumber daya mereka sendiri.
4.
Ambil tindakan
Setelah
masyarakat mulai bertindak, banyak nasihat ada untuk bantu selesaikan apa yang
ada di rencana sampai ada perubahan baik.
5.
Evaluasi
Tahap
terakhir adalah review atau peninjauan atau observasi bagaimana hasil kerjasama
antara Indonesia dan masyarakat sesuai tujuan Umoja.
Review
atau peninjauan ini harus termasuk wawasan atau pengertian yang dalam dan
pelajaran dari gereja dan masyarakat selama proses Umoja jalan supaya bisa
diperbaiki atau ditingkatkan untuk lain kali atau masa depan.
1. Siklus Pertama Mgm.
Ada 5
tahap atau tingkat yang berbeda dan dapat dilihat dalam bentuk siklus yang
dimulai dengan pemberian visi kepada gerejadan diakhiri dengan evaluasi.
Tahap-tahap MGM
1.
Memberi visi kepada gereja sambil melengkapi gereja
2.
Memberi visi kepada masyarakat
3.
Punya cita-cita dan rencana 4. Ambil tindakan
4.
Evaluasi.
2. Siklus Berulang Mgm
Penting sekali bahwa dengan
setiap siklus MGM, gereja dan masyarakat kembali berpikir tentang pelajaran
yang mereka dapat dari kegiatan sebelumnya dan gunakan untuk kegiatan yang
baru.
3. Bagaimana Merancang Program MGM?
Saat membuat program MGM anda perlu pikirkan langkah-langkah
berikut;
a
Setelah gereja dan masyarakat telah ditunjuk atau dipilih,
penting untuk atur pertemuan dengan pemimpin gereja dan tokoh masyarakat supaya
bisa kasih tahu mereka tentang tujuan MGM dan apa yang harus dibuat. Hal ini
diperlukan supaya mereka bisa kumpulkan semua anggota masyarakat untuk ikut
lokakarya atau rapatnya yang akan diatur. Pada pertemuan ini, lebih baik dari
awal bicarakan lokasi dan waktunya untuk mengadakan lokakarya tersebut. Jangan
sampai tabrakan dengan kesibukan, dan juga harus diadakan pada hari yang bisa
ikut baik oleh laki-laki maupun perempuan. Langkah ini bisa makan dua sampai 3
bulan.
b
Lebih baik luncurkan atau berdoa untuk program MGM ketika
beribadah dan pakai pelajaran Alkitab dari MGM dalam khotbah. Hal ini akan buat
proses ini bagian dari gerakan gereja.
c
Biasanya lebih baik mengadakan lokakarya atau rapat seminggu
sekali atau dua kali per bulan. Biar gereja dan masyarakat ada waktu untuk
penelitian dan perencanaan.
Tetapi,
hal ini tergantung pada waktunya dan kesibukan masing-masing peserta jadi harus
ada fleksibilitas supaya bisa sesuaikan jadwalnya.
d
Lokakarya pertama adalah pendahuluan. Setelah lokakarya
pertama memilih satu atau dua orang yang bisa tolong gereja dan masyarakat
lanjutan apa yang sudah direncanakan, kemudian kerja dengan pembina. Orang yang
dipilih adalah pria atau wanita yang punya integritas dan dihormati secara luas
oleh masyarakat. Baik jika orang terpilih ini buat sebuah kelompok kecil yang
disebut kelompok koordinasi lokal (KKL) untuk atur beberapa kegiatan.
e
Peran kelompok koordinasi ini antara lain; awasi program,
bertanggung jawab untuk atur program MGM, dan pastikan bahwa catatan-catatan
disimpan dan dibagikan kepada masyarakat. Mereka juga harus pantau kemajuan
program dan kerja dengan pimpinan pada setiap perubahan yang dibutuhkan.
f
Ketika program mulai, bagi tujuan dan informasinya program
ini dengan pemerintah daerah dan pihak yang berwenang.
g
KKL perlu ketua atau koordinator, sekretaris, bendahara,
anggota kunci lain yang mampu atur dan punya wawasan atau pengertian baik. Ada
baiknya kalau yang jadi ketua atau koordinator bukan pemimpin gereja karena
kadang-kadang itu bikin orang lain malas bicara bebas.
h
KKL harus rajin bertemu untuk buat rencana lokakarya dan
kegiatan-kegiatan lainnya atau akibat lokakarya.
i
Kasih ubah sikap dan pola pikir masyarakat perlu waktu. Kalau
buru-buru, mungkin perubahan tidak bertahan. Gajah bunting selama 22 bulan baru
anaknya lahir! Jadi jadi, siapkan diri untuk proses yang akan makan waktu.
4. Peran saya sebagai pembina.
Peran pembina termasuk tugas-tugas berikut;
●
Untuk bertemu dengan pemimpin-pemimpin gereja dan Jemaat
gereja untuk cari tahu bagaimana mereka akan jalankan MGM
●
Untuk mimpinya kegiatan yang akan bantu gereja dan masyarakat
mempawah dan menggalang transformasi.
●
Untuk bantu masyarakat dengan pengertian dan pelajaran
Alkitab lalu memanfaatkan prinsip-prinsipnya untuk situasi mereka.
●
Untuk bantu masyarakat kelompok kerjasama dengan baik dan
Bandung mereka untuk mengatasi kesulitan yang mungkin muncul.
●
Untuk memperlihatkan hal mana yang jalan dengan baik dan
aspek mana yang perlu ditingkatkan.
5. Apa dimaksud dengan
kegiatan pembinaan dan kenapa hal itu penting?
Pemaknaan pembina?
Pembina termasuk;
●
Dorong setiap orang dalam kelompok untuk kasih kontribusi
dalam bentuk ide-ide dan juga pengalaman mereka dengan cara yang nyaman bagi
mereka.
●
Bando kelompok sampai ada pengertian yang sama yang didukung
oleh semua anggota kelompok.
●
Diterima semua orang terlepas dari ras, suku, usia, atau
jenis kelamin, budaya, profesi, pendidikan, kecacatan, kesehatan, atau status
ekonomi.
●
Memimpin dengan contoh melalui perbuatan dan sikap.
Kenapa hal itu penting?
Pembinaan
adalah cara terbaik untuk bantu masyarakat dapat sendiri potensinya mereka
untuk bawa perubahan baik bagi komunitas mereka.
"Dengan
berbagai pikiran kita, kita membangkitkan rasa kepercayaan diri satu sama lain,
berbagi visi dan menciptakan masa depan. Kita menemukan kebutuhan yang sama dan
menanggung komitmen. Dengan memikirkan dan menganalisis, kita menentukan
bagaimana kita bisa melakukan sesuatu bersama-sama." Ruth Hild, Seni
Fasilitasi.
PERBEDAAN ANTARA KHOTBAH PENGAJARAN DAN PEMBINAAN
Orang
dewasa belajar dengan baik kalau mereka di Bandung atau difasilitasi dan
dibiarkan untuk bagi ide-ide dan pengalaman mereka sendiri.
Proses
pembinaan berdasarkan pekerjaan atau kelompok punya energi dan motivasi.
Tugas
pembina adalah untuk zakat kelompok supaya mereka tetap rajin dan semangat
selama proses ini jalan.
Berkhotbah dan
mengajar
●
Berbagi informasi dalam beberapa arah.
●
Pembina duduk dengan kelompok dan dorong diskusi.
●
Hubungkan formal dengan pendengar.
SARAN UNTUK PEMBINAAN ATAU KELOMPOK
1. Bagaimana supaya kelompok mulai berdiskusi?
●
Ajak mereka bentuk guru-guru dengan dua atau tiga orang untuk
baju ide-ide mereka dan kemudian kasih hasilnya kembali kepada kelompok
lengkap. Di bantu pembicaraan jika banyak orang.
●
Bagi kelompok menurut jenis kelamin, usia atau latar belakang
etnis dan ajak mereka untuk bagi pendapat yang berbeda pada masalah yang sama.
●
Tiap kelompok kecil diminta untuk hasil pembicaraan
disampaikan kembali, baik pakai drama atau main peran, lagu atau sejenisnya.
●
Pakai berbagai macam kelompok untuk diskusi dengan masyarakat
yaitu kelompok-kelompok kecil, kelompok berdasarkan kepentingan dan bagi
pikiran sekalian - barangkali pakai drama
2. Bagaimana buat semangat dalam kelompok?
●
Gunakan kegiatan yang sesuai dengan budaya, yang mungkin
termasuk nyanyi, menari, dan permainan anak-anak, untuk bantu orang supaya
tenang dan senang terlibat.
●
Ubah atau ganti kelompok sehingga mereka tidak selalu dengan
orang yang sama atau kelompok yang sama.
●
Ubah lokasi di mana kelompok bertemu (pindah dari dalam
keluar atau uban dalamnya ruangan).
●
Tingkatkan mereka bahwa masing-masing orang punya cara pikir,
penyampaian dan bagi berbeda jadi mungkin bisa pakai gambar, tulisan atau alat
bantu visual kalau itu tolong.
BAGAIMANA KELOLA SITUASI SULIT?
1. Kelola konflik
●
Kasih ingat mereka tentang tujuan umum dan tujuan pertemuan
dan lihat apakah konflik bisa diselesaikan di lain waktu.
●
Kasih waktu kepada masing-masing pihak untuk bagi tentang
masalah menurut mereka dan untuk mereka mengerti penyebab konflik
●
Kasih waktu ke masing-masing pihak untuk jelaskan apa yang
mereka rasa atau pikir. Jadi, ketika pihak pertama bicara, pihak kedua dengar
saja dulu tanpa bicara. Pihak kedua, sesudah dengar, kemudian kasih tahu kepada
pihak pertama pengertian mereka tentang apa yang mereka baru dengar tanpa
kritik. Lalu, gilirannya pihak kedua. Depannya bagaimana.
2. Kelola orang yang dominan (yang suka bicara banyak dan
atur orang lain)
· Buat beberapa aturan dasar
dan kasih ingat kelompok untuk ikut aturan itu.
●
Kasih mereka tugas dasar seperti catat-catatan atau
bertanggung jawab untuk panggil orang-orang kembali rapat sesudah istirahat.
●
Kasih tahu peserta grup bahwa semua orang punya batas untuk
bicara atau kasih komentar atau bicara.
●
Supaya jelas, kasih sejumlah butir kacang atau kelereng yang
sama ke setiap orang, dan mereka hanya boleh komen sesuai jumlah butir kacang
yang mereka pegang.
●
Atau bisa kasih sebuah objek yang dipegang secara bergilir,
dan mereka hanya boleh bicara kalau pegang objek itu.
Kelola pertanyaan yang sulit;
●
Kalau tidak tahu jawabannya, bilang saja anda tidak tahu
tetapi anda akan cari tahu.
●
Tanya apakah ada orang lain di situ yang tahu jawabannya?
●
Buat daftar pertanyaan sulit dan kasih tahu bahwa anda akan
sisakan waktu untuk pikir dan cari jawaban tepat. Ini akan kasih Anda waktu
untuk cari jawabannya.
DAFTAR UNTUK LIHAT KEMBALI UNTUK KASIH NILAI DAN KEMBANGKAN
KETERAMPILAN PEMBINAAN ANDA.
Seorang pembina yang baik selalu pikir bagaimana mereka
kerjakan pekerjaannya, belajar dari pengalaman masa lalu, dan meningkatkan
kinerja. Pendaftaran evaluasi diri ini bantu proses refleksi:
●
Apakah saya buat orang merasa santai dan terima? Jika iya,
bagaimana saya berhasil buat?
●
Apakah informasi yang digunakan oleh atau dikasih kepada
kelompok relevan atau tepat! Bagaimana saya memanfaatkan informasi itu supaya
relevan atau tepat dengan kelompok?
●
Bagaimana saya dorong anggota pendiam untuk berpartisipasi?
●
Bagaimana saya dengan
pendapat yang beda?
●
Bagaimana saya dengan orang-orang yang dominan dalam diskusi
kelompok?
●
Bagaimana saya dengan pertanyaan dari anggota kelompok?
Apakah saya mampu jawab mereka? Jika tidak, bagaimana saya bisa dapat lebih
banyak informasi yang akan bantu saya dengan pertanyaan lain waktu?
●
Bagaimana saya buka diskusi? Bagaimana supaya lain waktu saya
bikin lebih baik lagi?
●
Bagaimana saya dorong diskusi lebih lanjut?
●
Bagaimana saya dengan isu-isu pekq atau sensitif?
●
Apakah saya bawa diskusi kesimpulan yang buat orang puas
(berakhir dengan baik)? Bagaimana supaya lagu Waktu saya bikin lebih baik lagi?
●
Apakah saya catat ide-ide ke Lombok dengan baik untuk
digunakan dalam diskusi yang akan datang, perencanaan kelompok, atau untuk bagi
dengan orang lain?
●
Apakah anggota kelompok buat keputusan tentang apa yang
diajari dan bagaimana akan pakai dengan baik ketika ada praktik? Jika tidak,
bagaimana saya bisa dorong hal itu?
●
Apakah ada informasi tambahan atau diskusi tindak lanjut yang
diperlukan untuk hadapi pandangan dan sikap terhadap topik yang dibicarakan?
TAHAP 1: MEMBERIKAN VISI DAN MEMPERLENGKAPI GEREJA
Pada Umumnya - Tujuan Tahap 1: Memberikan Visi Dan
Memperlengkapi Gereja.
Tujuan dari tahap ini
Induk
Bandung gereja kembangkan visi supaya bisa kerja dengan masyarakat dan pakai
sumber dayanya untuk jalankan pelayanan.
Tahap 1 terdiri dari bagian berikut;
1.
Pemberian Visi
Gunakan
pengertian Alkitab dan kegiatan untuk bantu gereja dapat visi untuk kerja
dengan komunitas mereka.
2.
Manfaatkan semua sumber daya
Lihat
apa dan mana Gereja punya sumber daya yang dan bagaimana bisa pakai buat
masyarakat.
3.
Inisiatif gereja lokal
Ambil
inisiatif untuk memanfaatkan sumber daya yang gereja sendiri.
4.
Belajar dan refleksi
Lihat
kembali inisiatif gereja dan rayakan yang berhasil, dan bicarakan apa yang bisa
dibuat atau perbaiki di masa yang akan datang.
Hal libatkan kegiatan-kegiatan berikut;
1.
Hal-hal yang bikin semangat.
Termasuk
dalam tahap ini ada beberapa hal-hal yang bikin semangat yang dibuat untuk
dipakai sebelum atau setelah studi Alkitab.
Hal-hal
yang bikin semangat bantu menjaga semangat orang dan menghindar kecapaian,
tetapi juga bantu supaya pelajaran bikin orang senang dan santai. Hal-hal yang
bikin semangat juga berperan sebagai sesuatu yang menciptakan rasa milik karena
orang-orang mengalami pengalaman yang sama. Ketika pakai hal-hal yang bikin
semangat ini, penting supaya kelompok dapat pelajaran dan pengertian dari
kegiatan itu.
2.
Pelajaran Alkitab.
Tahap
1 dibuat di atas susunan pelajaran Alkitab yang diharapkan akan kasih inspirasi
kepada anggota gereja supaya semangat untuk bekerja dalam komunitas mereka.
Pelajaran
Alkitab
melalui pelajaran tersebut sangat penting;
●
Supaya gereja ingat panggilan Tuhan bagi mereka untuk
melayani di masyarakat, dan apa arti dan tujuan panggilan tersebut.
●
Supaya orang-orang merasa ditantang dan didorong untuk
bertumbuh dalam iman mereka.
●
Supaya kelompok-kelompok kecil dapat belajar bersama dan bisa
bagi pengertian atau pengalaman.
●
Supaya memperdayakan masyarakat dan memberikan mereka rasa
percaya diri. Setelan gereja sudah selesai dengan semua pelajaran Alkitab yang
disiapkan, gereja harus coba bentuk visi pekerjaan atau pelayanan di masyarakat
dan mulai berpikir tentang hal-hal praktis yang bisa dilakukan dengan
masyarakat. Setelan gereja punya visi untuk kerjasama dengan komunitas, gereja
kemudian perlu pikirkan bagaimana bisa memenuhi kebutuhan sendiri maupun
kebutuhan masyarakat dari sumber daya mereka sendiri. Hal ini diperkuat dalam
pelajaran dan pengertian Alkitab dan benar-benar penting untuk ditekankan,
karena ini adalah hal kritis untuk buat inisiatif yang akan dilampirkan dan
dijalankan dalam jangka panjang.
3. Kegiatan perayaan
Kegiatan
perayaan ada di bagian ini karena akan bantu orang dapat pandangan positif dan
penuh semangat terhadap situasi mereka. Kami sudah coba hubungkan setiap
kegiatan perayaan dengan tema yang relevan. Silakan pilih salah satu yang
sesuai dengan kebutuhan kelompok.
Kenapa perayaan penting?
●
Bagian dari ibadah atau pujian kita kepada Tuhan.
●
Bantu kita untuk menghargai satu sama lain
●
Berikan kita semangat untuk ambil kesempatan baru.
●
Bangun kepercayaan dalam apa yang bisa kita lakukan.
●
Bantu kita untuk tahu apa yang terbaik yang kita lakukan.
●
Bantu kita untuk berpikir tentang apa yang bisa kita bangun.
●
Bantu kita untuk tahu potensi kita sebagai kelompok dan apa
kita bisa melakukan yang baik bersama-sama.
Bagian 1; Pemberian Visi Kepada Gereja
Tujuan dari bagian 1:
Pemberian visi kepada gereja
supaya bisa kerja dengan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan
rohani. Hal ini bisa dicapai dengan 5 langkah kunci yang dijelaskan secara
rinci di bawah;
Langkah kunci atau langkah penting;
·
Ketemu dengan pemimpin-pemimpin gereja dan bikin rencana
bagaimana bisa dapat Visi dan memenuhi visi tersebut.
·
Melakukan ibadah menggerakkan gereja
·
Gunakan pelajaran Alkitab dan pikirkan artinya bagi gereja
sendiri dan masyarakat
·
Gunakan hal-hal yang bikin semangat dengan gereja supaya bisa
mereka tahu dan mengerti tantangan yang biasanya ada kalau ada dua pihak
kerjasama.
·
Mengadakan kegiatan perayaan sejarahnya mereka, yaitu gereja
dengan komunitasnya.
·
Mengatur kelompok koordinasi gereja (KKG).
Langkah 1 ketemu dengan pemimpin
gereja.
Sebelum
bahas MGM dengan pemimpin-pemimpin gereja, penting untuk kenal mereka dan
gereja. Palsu penting supaya bisa pastikan apakah MGM benar-benar diinginkan
oleh pemimpin-pemimpin gereja, dan apakah mereka mengerti baik tujuannya MGM
supaya Harapan mereka sesuai. Pemimpin gereja lokal seringkali lebih bersedia
untuk terlibat dengan MGM kalau pemimpin gereja senior mereka sudah kasih
persetujuan untuk prosesnya
Pembina juga perlu sadar
bahwa terkadang ada pemimpin gereja yang barangkali punya agenda tersembunyi
yang bisa kasih rusak tujuan MGM. Sebagai contoh, mungkin ada keinginan untuk
pakai MGM supaya dapat dana untuk hal lain, atau pakai MGM untuk dapat nama
dengan masyarakat, atau kasih kuat pengaruh mereka. Karena itu, harus kenal
baik pimpinan gereja. Kemudian, harus jelaskan dengan baik apa itu MGM dan apa
yang mereka akan dapatnya dari MGM.
Hal untuk dibicarakan dengan pemimpin gereja
●
Tujuan dan manfaat MGM
●
Bagaimana cara kerja MGM
●
Peran pemimpin gereja di dalam MGM
●
Masalah dalam gereja dan masyarakat yang bisa jadi pengaruh
dalam kegiatan
MGM
●
MGM adalah inisiatif yang bisa dijalankan sama gereja lain
yang ada di komunitas yang sama
●
Bagaimana jalankan kegiatan dan pelajaran Alkitab dengan
gereja, dan siapa yang bisa bantu.
Menghadapi kekhawatiran.
Kadang-kadang ada yang menolak atau rusak kekhawatiran dengan
proses, dengan alasan tertentu. Maka, sangat penting untuk mengatasi masalah
dan jelaskan manfaat proses;
●
Pemimpin-pemimpin gereja mungkin khawatir bahwa MGM akan
bikin gereja kurangi pelayanan atau pemberian ke masyarakat dan jadikan mereka
jauh dari gereja. Tekankan bahwa salah satu hasil MGM adalah kenaikan dalam
pemberian atau pelayanan gereja.
●
Pemimpin-pemimpin gereja mungkin khawatir bahwa hal itu akan
mengendalikan perhatian anggota gereja dari penginjilan. Tekankan bahwa MGM
bantu dengan hubungan gereja-masyarakat dan akibatnya adalah pertumbuhan
gereja.
●
Pemimpin-pemimpin gereja mungkin khawatir bahwa mereka dan
anggota gereja tidak punya sumber daya atau waktu untuk jalankan proyek-proyek
komunitas.
Tekankan
bahwa MGM adalah tentang kerjasama antara gereja dan masyarakat, maka beban
akan dibagi.
●
Pemimpin dinding gereja mungkin khawatir bahwa proses ini
akan makan waktu yang cukup lama. Harus jujur dan terbuka tentang hal ini, tapi
ingatkan mereka bahwa perubahan yang berarti tidak terjadi dalam semalam.
Barangkali ada pemimpin
gereja yang tidak mau bekerja sama gereja-gereja lain. Tekankan bahwa MGM
adalah tentang kesatuan saksi gereja dan bagaimana melayani masyarakat dari
kesatuan tersebut. Ini bisa jadi hal yang besar bagi hubungan antara gereja.
Langkah 2; Ibadah Mengerakkan Gereja.
Tujuan: sosialisasi MGM dengan anggota Jemaat dan berdoa untuk
semua kegiatan dan pembinaan yang dipilih oleh Jemaat.
Ide-ide untuk struktur ibadah:
1.
Puji-pujian
2.
Doa pembukaan
3.
Pujian
4.
Khotbah tentang pelayanan Tuhan Yesus (Matius 9 35-38; Matius
4: 12-13, 23-25; Matius 3: 1-2, 4:17).
5.
Puji-pujian
6.
Pembina-pembina menjelaskan program dan tahap-tahap
menggerakan gereja dan masyarakat dengan gambar-gambar
7.
Doa penutup.
8.
Rencanakan kegiatan MGM berikut.
Langkah 3; Hal-hal yang Bikin Semangat-sadar tentang Pandangan
Dihadapi oleh yang Kerjasama.
Kasih turun tongkat.
Ini sebuah permainan yang
baik untuk dorong orang pikir tentang tantangan kerjasama.
Caranya begini:
1.
Bagi semua orang supaya ada dua baris - masing-masing barisan
8 orang
2.
Taruh tongkat panjang atau bambu antara dua baris dan setiap
orang pegang dengan jari.
3.
Pastikan bahwa semua orang pegang tongkatnya, dan tongkatnya
datar. Kasih tahu bahwa mereka harus turun sama-sama sampai di tanah.
4.
Dorong yang main untuk bicarakan apa yang bantu mereka
berhasil dalam tantangan ini
5.
Dorong mereka untuk bicarakan pelajaran dari permainan ini
dan bagaimana mereka kerja sama dengan gereja.
Barangkali ada hal-hal yang
bikin semangat lain yang baik untuk tolong orang-orang pikir tentang kerjasama.
Silakan pakai.
Langkah 4: Pelajaran Alkitab
Pelajaran Alkitab 1 - Sikap Gereja
Lokal (Kisah para Rasul 2: 42-47 dan Kisah Para Rasul 4: 32-35)
Membaca bersama-sama dengan
pembinaan pembahasan. Kalau banyak orang bisa bagi kelompok dan satu pembina di
setiap kelompok. Sesudah pembahasan bisa kembali lagi dan bagi pikiran.
Pertanyaan untuk membahas:
1.
Apa sifat dan sikap dari Jemaat di pasal 2 ini? Bisa tulis di
papan tulis atau di kertas
2.
Apakah Jemaat kita seperti ini?
3.
Apa yang kurang di Jemaat kita yang kita lihat di Jemaat
pertama ini?
4.
Lihat kepada kisah para rasul 2: 47 - ini maksud apa? Apakah
seperti ini di Jemaat kita? Atau di Papua umum?
Tambahan:
kita perlu ambil sikap dan sifat apa di Jemaat kita supaya kita menjadi jemaat
sesuai dengan rencana Tuhan?
Pelajaran Alkitab 2 - Kisah Bartimeus.
Pengantar
Ini
adalah cerita yang penting supaya kelompok gereja tahu peran unik gereja dengan orang miskin, dan
bagaimana hari ini adalah salah satu cara kita menyembah Tuhan.
Baca Markus 10:46:52
Barangkali
peserta berperan dalam sandiwara dari cerita Alkitab ini.
Pertanyaan;
1.
Apa perubahan yang anda perhatikan dalam sikap para penonton
terhadap bartermeus dalam cerita ini?
2.
Apa alasan perubahan ini?
3.
Siapa orang-orang yang rentan atau lemah atau di pinggir
masyarakat kami sekarang? Apa sikap negatif yang dilakukan gereja kami terhadap
orang-orang begini?
4.
Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi sikap negatif
tersebut?
Pelajaran kunci dari diskusi
1.
Yang disebut "penonton"diceritakan bartermeus
mewakili gereja dan Yesus suruh gereja fokus kepada yang rentan atau lemah dan
terpinggirkan.
2.
Yesus pakai "penonton" untuk bawa bartermeus kepada
Yesus dan jadi pusat mereka. Kemudian, gereja juga dipanggil untuk memusatkan
yang rentan atau lemah dan terpinggirkan sebagai fokus utama pelayanan gereja
3.
Yesus lihat apa yang dibubtuhkan oleh Bartermeus dan kasih
jawaban sesuai.
Pelanggan 5: Kegiatan Perayaan - Merayakan Sejarah
Kita dan Visi Ke Depan
Tujuan
Untuk
melihat kembali peristiwa (kejadian) penting yang sudah bentuk gereja dan
masyarakat setempat dan untuk dilihat apa yang harus dibangun untuk masa depan.
Panduan langkah perlangkah
1.
Ambil lembar kertas panjang
dan taruh di lantai atau di meja dengan cukup ruang bagi orang-orang
untuk berjalan melingkar (berkeliling kertasnya)
2.
Gambar garis dari salah satu ujung kertas ke ujung yang lain.
Garis ini akan jadi (mewakili) masa 1 tahun, 10 tahun atau lebih, terserah tapi
harus jelas bagi peserta.
3.
Sebagai grup, tentukan peristiwa penting dan Kasih tanda dan
garis sesuai dengan urutan terjadinya.
4.
Tuliskan hal-hal yang jalan baik di atas garis dan hal-hal
yang tidak jalan baik di bawah garis.
5.
Bicarakan semuanya dengan pertanyaan-pertanyaan berikut, dan
putuskan pelajaran apa yang didapatkan untuk masa depan.
Pertanyaan;
· Apa yang menjadi momen
terbaik? Kenapa?
- Apa yang menjadi momen paling menantang?
- Apa yang bisa kita lakukan untuk bangun di masa yang
akan datang?
Saran
·
Anda bisa buat gambar supaya gambar lebih jelas
·
Jika ada guru besar (lebih dari 10 orang), pastikan bahwa
setiap orang bisa lihat garisnya dan ada kontribusi. Jika tidak, buat dua atau
tiga kelompok dan bandingkan hasilnya pada akhir kegiatan.
·
Penting bagi fasilitator untuk menjaga keadaan kegiatan yang
terjadi dan tidak terjebak pada satu peristiwa tertentu. Juga penting untuk
bahas dengan kelompok kenapa suatu peristiwa baik atau buruk. Juga bahas
pelajaran atau wawasan apa yang mereka dapat dari peristiwa itu untuk masa yang
akan datang.
Kegiatan Ekstra: Pelajaran Alkitab 3 - Sikap Kita
Sebagai Pembina
Wanita di sumur (Baca Yohanes 4: 1-26)
1.
Apa yang terjadi dalam cerita ini?
2.
Apa perbedaan antara Yesus dan perempuan itu, yang bisa bikin
Yesus sulit untuk bicara dan debgar dia?
3.
Bagaimana Yesus memberlakukan wanita ini dalam pembicaraan
dengan dia?
4.
Menurut anda, apakah wanita itu terdorong atau ada kasih
kecil hati untuk bicara kepadaNya?
5.
Bagaimana reaksi para murid ketika mereka melihat Yesus
berbicara dengan wanita ini?
6.
Menurut anda, apakah kita akan terkejut dan malu oleh apa
yang dilakukan Yesus?
7.
Pernahkah kita menghindari orang-orang tertentu untuk menjaga
reputasi kita? Bagaimana Yesus memberlakukan orang-orang?
8.
Ketika kita sudah dapat informasi tentang komunitas,
pelajaran apa yang bisa kita ambil dari Alkitab tentang siapa yang harus kita
ajak bicara dan kita dengarkan?
Titik kunci: meskipun ada perbedaan
seperti budaya, jenis kelamin dan agama, Jesus kasih waktu untuk perempuan di
sumur untuk didengarkan dan dijawab pertanyaan.
Langkah 5: Cerita Lengkap – Maksud Penebusan Tuhan (Sebuah
Teologi Pengembangan).
Pengantar
Tujuan modul: di akhir modul ini, peserta akan bisa:
●
Memahami betapa rumit dan saling terhubungnya hidup dan
komunitas kita
●
Mengidentifikasi berbagai lingkupan atau sistem yang
mempengaruhi manusia.
●
Memahami keutuhan atau holisme alkitabiah (shalom) dan bahwa
Tuhan peka terhadap setiap bagian kehidupan kita
●
Memahami bahwa sebuah pendekatan alkitabiah terhadap
pertumbuhan harus berpusat pada Tuhan, bukan manusia.
Pembina:
bagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil untuk baca Alkitab bersama.
Pastikan bahwa setiap peserta memiliki Alkitab.
A. Ciptaan dan hubungan -
kejadian 1 dan 2.
Setiap kelompok
didiskusikan pertanyaan di bawah ini sesuai dengan ayat-ayat yang dibaca.
Pembina memberikan satu pertanyaan perkelompok. Saat diskusi bersama (dalam
kelompok besar), tuliskan perikop Alkitab dan hasil diskusi kelompok secara
singkat (dua atau tiga kata) pada selembar kertas besar-besar yang sudah
dipersiapkan sebelumnya.
1.
Bagaimana tuhan menilai ciptaan? (Kejadian 1- terutama ayat 10 12 18, 21 25 31)
·
Segalanya itu sungguh amat baik!
2. Apa
tujuan awal Tuhan untuk manusia? Bagaimana Tuhan memandang ciptaanmu? (Kejadian 1: 26-27; mazmur 8: 3-8; Yesaya 43: 3-7)
·
Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah
·
Diciptakan untuk berpuasa atas segala ciptaan lain; semuanya
dibawa kaki manusia
·
Diciptakan sedikit lebih rendah dari makhluk surgawi
·
Di mahkotai Dengan hormat dan kemuliaan
·
Berharga di mata Tuhan; di cintai Tuhan; dihargai Tuhan.
·
Diciptakan bagi kemuliaanNya.
Pembina
membagikan salah satu dari bidan atau kolom di bawah ini kepada setiap kelompok.
Minta setiap kelompok untuk mempelajari ayat-ayat dari kejadian dan kemudian
menjawab pertanyaan berikut sesuai dengan bidang mereka: bagaimanakah kehidupan di taman eden? Saat diskusi bersama, catat
segi fisik atau jasmani, rohani, sosial, dan lingkungan hidup di selembar
kertas besar-besar yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
Bagaimana kehidupan di taman
eden? (Kejadian
1: 26-31; 2:1-25); (buat dalam bentuk tabel-permasing2 segi)
·
Segi fisik atau jasmaniah
·
Segi Rohaniah
·
Segi sosial
·
Segi lingkungan hidup
Komentar pembina: melihat apa yang sudah
didiskusikan bersama, bisakah kita melihat adanya keterpaduan atau integrasi
yang sungguh di dalam kehidupan di taman eden? Banyak dari anta yang tahu bahwa
ada kata dalam bahasa Ibrani yang mengungkapkan gagasan tentang keterpaduan,
kedamaian, kesempurnaan, kesejahteraan, ketentraman. Shalom.
Hubungan atau relasi
Komentar pembuka
oleh pembina: sekarang, mari kita
melihat tentang hubungan atau lerasi di bawah ini dan bagaimana wujud dan sifat
mereka pada mulanya (dari kejadian 1 dan 2). Pertanyaan untuk kelompok
besar (semua peserta):
Bagaimanakah
hubungan antara… (catat jawaban-jawaban di sebuah kertas besar yang sudah
disiapkan)? (Buat dalam bentuk tabel antara hubungan dan deskripnya).
Hubunggan
·
Manusia dengan Tuhan
·
Manusia dengan dirinya sendiri
·
Manusia dengan manusia
·
Manusia dengan ciptaan (termasuk mandat atau amanat Tuhan
untuk manusia)
DESKRIPSI (OLEH KELOMPOK);
Komentar pembina: hidup yang begitu indah di taman
eden tidak bertahan lama.
Mengapa tidak?
1.
Kejatuhan dalam dosa (kejadian 3)
B. KEJADIAN 3 - akibat-akibat dari kejatuhan manusia dalam
dosa.
Latihan dalam kelompok kecil: fasilitator kecil untuk
mempelajari ayat-ayat dari daftar berikut. Bagikan satu bidang atau kolom
kepada setiap kelompok. Pelajari ayat-ayat yang sudah ditentukan untuk setiap
bagian, lalu jawab pertanyaan ini: apakah
akibat-akibat dari kejatuhan manusia dalam dosa? Kembali lagi ke diskusi
bersama dalam kelompok besar. Setiap kelompok bisa diisi jawaban di kertas
besar yang sudah disiapkan.
(Buat
dalam bentuk tabel). Akibat kejatuhan
dalam dosa
·
Segi jasimani atau
fisik (kejadian 3 16 sampai 24)
·
Segi rohani (Yesaya 59:2, efesus 2 1 sampai 3, efesus 2 12)
·
Segi sosial (Yakobus 4: 1-3, Roma 1:28-32)
·
Segi lingkungan (kejadian 3: 17-18, ulangan 11: 16:17)
Pembina: mari kita lihat kembali
akibat dari kejatuhan manusia dalam dosa dari segi hubungan atau lerasi. Beberapa saat yang lalu, kita
telah melihat empat hubungan atau lerasi di dalam taman Eden: manusia dengan
Tuhan, manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia, serta manusia
dengan ciptaan atau lingkungan hidupnya.
Apa yang terjadi pada hubungkan atau relasi tersebut
sebagai akibat dari kejatuhan dalam dosa? Bagaimanakah kisah manusia dan kisah
Tuhan berubah? Catat jawaban pada selembar kertas besar yang sudah dipersiapkan
sebelumnya.
(DALAM
BENTUK TABEL PER HUBUNGAN DAN DESKRIPSI KELOMPOK)
Hubungan
·
Manusia dengan Tuhan
·
Manusia dengan dirinya sendiri
·
Manusia dengan manusia
·
Manusia dengan ciptaan (termasuk mandat atau amanat Tuhan
untuk manusia)
Deskripsi kelompok
1.
Persekutuan yang rusak
2.
Rasa malu, kehilangan martabat dan harga diri
3.
Kecurigaan, penyalahgunaan kekuasaan, perang
4.
Penyalahgunaan ciptaan, penyimpangkan dari penata layanan
alkitabiah sebagai sesuatu yang berarti dan bernilai, tanah tidak lagi subur
atau produktif dan memerlukan kerja keras.
Pertanyaan untuk diskusi untuk kelompok besar (semua
peserta):
1.
Apakah ada keterkaitan antara hubungan yang rusak dan
pengaruhnya atas hidup (dari segi fisik, rohani dan sosial serta lingkungan hidup)?
2.
Apakah ada keterkaitan antara situasi dan masalah-masalah
yang kita mengalami akibat dari rusaknya hubungan yang kita bicarakan tadi?
3.
Ketika Yesus datang sebagai putra Allah dan mati untuk dosa
kita, manakah dari hubungan atau lerasi di atas (manusia dengan Tuhan, manusia
dengan dirinya sendiri) yang dirubah oleh kematian dan kebangkitanNya?
4.
Dari area-area ini, Injil memberikan jawaban atau kuasa atas
yang mana saja?
C. PENDAMAIAN ATAU
REKONSILIASI DARI HUBUNGAN DASAR MELALUI KARYA PENEBUSAN KRISTUS
Tujuan
untuk: memahami mengapa Yesus datang ke dunia ini. Pembina mengajukan
pertanyaan kepada kelompok-kelompok kecil (suatu pertanyaan per kelompok):
Pembina
memberikan salah satu dari hubungkan atau relasi di bawah beseserta dengan
ayat-ayat yang sesuai kepada setiap kelompok. Setiap kelompok akan menjawab
pertanyaan berikut sesuai dengan hubungkan yang sudah ditetapkan untuk mereka:
Bagaimanakah karya Kristus yang sempurna mempengaruhi
kehancuran manusia di dalam setiap hubungan atau relasi berikut? Siapkan kertas besar untuk
mencatat jawaban dari kelompok.
(Tabel dari empat segi)
1.
Manusia dengan Tuhan (2 Korintus 5: 14-21)
·
kita menjadi ciptaan baru
·
Kita mencari duta atau perdamaian
·
Hidup lama kita mati
·
Kita berdamai kembali dengan Tuhan
·
Kita dijadikan orang benar-semuanya mencari baru
2.
Manusia dengan manusia lain (efesus 2: 11-22)
· Berdamai
· Rekonsiliasi
· Kesatuan dalam satu tubuh
· Kasih
· Harapan
· Pembatasan etnis hilang
· Permusuhan dihapuskan
3.
Manusia dengan ciptaan (Kolose 1: 15-20)
·
Yesus adalah sang pencipta dan penguasa atas segala ciptaan
·
Tuhan telah mendamaikan segala ciptaan dengan diriNya melalui
Kristus
·
Yesus mendamaikan segala hal melalui darahnya yang
ditumpahkan di kayu salib
·
Permusuhan antara Tuhan dan ciptaan dihapuskan
4.
Manusia dengan dirinya sendiri (episode 1: 4-6, 2:10,
4:22-24)
·
Aku oleh Tuhan sebagai anakNya yang terkasih
·
Aku diciptakan di dalam YESUS Kristus untuk melakukan hal
yang benar (aku adalah mahakaryaNya)
·
Aku diciptakan untuk menjadi seperti itu Tuhan di dalam kebenaran dan kekudusan
Rangkuman dari modul ini oleh fasilitator:
Kristus
telah membawa perdamaian kepada hubungkan yang rusak: manusia dengan Tuhan,
manusia dengan sesamanya atau dengan ciptaannya.
Apa tujuan kita? Kembali ke asal kita.
Bisa
baca:
"Lalu
ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan
mengalir keluar dari tahta Allah dan tahtah Anak domba Allah itu. Di
tengah-tengah jalan kota itu, ya itu di seberang menyeberang sungai itu, ada
pohon-pohon kehidupan yang berbuah 12 kali, tiap-tiap bulan sekali; dan daun
pohon-pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa. Maka tidak akan ada
lagi laknat. Tahta Allah dan tahta
Anak
Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hambaNya akan beribadah kepadaNya, dan
mereka akan melihat wajahNya dan namaNya akan tertulis di dahi mereka. Dan
malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan
cahaya matahari, Sebab tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan
memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya" Wahyu 22:1-5.
LANGKAH 6: PELAJARAN ALKITAB
Pelajaran Alkitab - tanggung jawab dan peran gereja
Ada
dua opsi untuk kegiatan ini:
●
Bisa bagi kelompok dan setiap kelompok ambil satu pasal.
●
Juga bisa tulis masing-masing pasal di satu kertas besar.
Tempel kertas di 5 tempat bedah ruang. Kelompok bisa keliling dan dulu 10
sampai 15 menit di setiap pasal dan menjawab pertanyaan.
Tolong
baca:
1.
1 Petrus 2: 4-12; Lukas 4: 16-30;
2.
Matius 5: 13-15; 2 Korintus 5: 18-19.
Untuk
setiap pasal bisa jawab pertanyaan yang berikut:
1.
Apa yang pasal-pasal ini katakan mengenai peran gereja?
2.
Bagaimana Jemaat kita menjadi seperti yang dijelaskan di
pasal-pasal ini?
Sesudah selesai jalan dari kertas ke kertas dengan semua
orang:
1.
Meringkaskan yang ditulis dan tampak kalau harus
2.
Membicarakan tentang pertanyaan: bagaimana Jemaat kami
menjadi seperti yang dibicarakan di nas ini?
Pelajaran Alkitab - kebersatuan (Yohanes 17:20-23)
1.
Persatuan sangat penting bagi Tuhan Yesus. Bagaimana gereja
Indonesia bisa kerjasama dalam persatuan? Bagaimana hal ini bisa mempengaruhi
kesaksian dari gereja?
2.
Tuhan Yesus sendiri tidak pernah mengucapkan tentang suatu
gedung ataupun dan denominasi. Kenapa orang-orang Kristen saat ini kelihatannya
menganggap hal tersebut begitu penting?
Pelajaran Alkitab - pelayanan Tuhan Yesus
Pelajaran Alkitab-belas kasihan (Matius 9: 35-38)
1.
Apa hal-hal baru yang kita pelajari tentang pelayanan Yesus?
(Lihat juga Matius 4: 23-25)
2.
Coba menggambarkan orang-orang yang "terlantar seperti
domba yang tidak bergembala"?
3.
Apa respons Yesus dan respon kita ketika kita lihat
orang-orang yang perlu bantuan?
4.
Apa motivasi kita ketika kita berusaha bantu orang yang perlu
bantuan? Apakah sama atau berbeda dengan motivasi Yesus?
5.
Kenapa responsi Yesus yang penuh balas kasihan kepada mereka
yang butuh bantuan adalah, "panen berlimpah tetapi pekerja sedikit"?
(Ayat 37)
Perhatian: kerajaan Allah
menyambut baik orang-orang yang diinjak dan tidak berdaya, tetapi pekerja yang
mau ikut caranya Yesus dan bagi belas kasihan Yesus hanya sedikit.
PELAJARAN ALKITAB
Pelayanan Yesus - Kesembuhan (Matius 4: 12-13, 23-25)
1.
Apa yang Yesus lakukan?
Perhatian Jesus pergi ke mana orang-orang bodoh dia untuk
melakukan pekerjaanNya.
Orang-orang mulai datang kepadaNya ketika Dia terlebih dahulu
datang kepada mereka.
2.
Apakah pelayanan kesembuhan Yesus kasih tahu kita tentang
kerajaan Allah?
3.
Bagaimana gereja anda sendiri tunjuk atau tidak tunjuk
pelayanan kesembuhan Yesus? Bagaimana gereja anda perlu berubah?
Perhatian: bagian ini kasih tahu kita bahwa bagian penting dari kerajaan
Allah adalah tentang kurangi penderitaan, mengakui penderitaan mental atau
fisik orang, dan bantu mereka.
PELAJARAN ALKITAB
Pelayanan Yesus - pertobatan (Matius 3: 1-2, 4:17; Lukas
3: 7:14)
Menurut
anda, kenapa Yesus mengulangi pesan Yohanes pembaptis?
Perhatian: Yesus kasih tunjuk Dia punya persetujuan atas
pesan yang telah dikotbahkan oleh Yohanes pembaptis.
1.
Apa isi dari khotbah Yohanes pembaptis? (Lukas 3: 7 -14)
2.
Dosa apa saja yang ditegaskan oleh Johanes sebagai dosa yang
perlu pertobatan, jika orang ingin siap untuk kerajaan Allah? Buat daftar.
3.
Jika Johanes berkotbah di komunitas kita hari ini, dosa apa
saja yang dia akan disebut supaya orang bertobat? Buat daftar.
4.
Bagaimana gereja anda sendiri tunjuk (atau tidak) sifat
Yohanes sekarang ini? Bagaimana gereja anda perlu berubah?
Perhatian:
bagian ini tunjuk kepada kita bahwa Allah tidak diam jika ada yang
menyelantarkan orang miskin atau ada orang kaya yang memperoleh hartanya secara
tidak adil!
Kesimpulan-PA PELAYANAN TUHAN YESUS
Bisa langsung diskusi pertanyaan kalau di dalam lokakarya
atau kalau PA dilakukan terpisah di kelompok kecil bisa kumpul Jemaat untuk
membuat diskusi dan kesimpulan. Bisa ulangi semua pelajaran mengenai pelayanan
Yesus dan membuat kesimpulan dengan semua Jemaat.
1.
Bagi kelompok dan setiap kelompok ambil PA untuk membahas
selama 30 menit sampai 1 jam.
2.
Setiap kelompok bisa presentasi kembali mengenai hasil
diskusi mereka
3.
Pembina bisa menulis atau menggambar semua hasil bentuk
kata-kata yang jelaskan apa itu pelayanan Yesus.
4.
Membuat pertanyaan ke kelompok-kelompok:
·
Apakah hidup kita orang Kristen seperti Yesus ?
·
Apa komitmen kita untuk hidup seperti Yesus?
·
Apa yang menjadi tantangan untuk kita hidup seperti Yesus?
·
Apa akan terjadi kalau kita hidup seperti Yesus?
LANGKAH 7: SIAPKAN KELOMPOK KOORDINASI GEREJA (KKG)
Kelompok
Koordinasi Gereja (KKG) adalah sekelompok orang yang siap untuk dukung
fasilitator selama kegiatan jalan, dan buat rencana kegiatan gereja dan pantau
kerjanya. Dukungan awal dari pembina termasuk pastikan semua orang tahu kapan
dan di mana ada pertemuan, dan ambil tindakan kelanjutan sesuai keperluan.
Langkah-langkah penting untuk pilih dan melatih KKG
1. Dengan anggota gereja,
sepakati beberapa kriteria atau syarat orang yang layak dipilih.
Contoh kriteria:
·
Apakah mereka dihormati oleh anggota Jemaat?
·
Apakah mereka dikenal sebagai orang yang punya energi dan
semangat?
·
Apakah mereka memiliki keterampilan praktis!
2.
Latihan pelajaran Alkitab dari KPR 6: 1-7 (halaman berikut).
Tanya Jemaat cara mana yang baik untuk pilih anggota KKG – apakah undang orang
(Jemaat pilih sendiri) hanya terima yang
sukarela?
3.
Setelah kelompok telah dipilih, sepakati perannya
masing-masing anggota KKG dan sekalian waktu dan tempat untuk bertemu secara
teratur.
4.
Rencanakan sesi untuk menjelaskan apa itu MGM dan caranya
pakai atau gunanya kepada anggota KKG secara lebih rinci. Kemudian juga
jelaskan peran KKG sendiri. Bisa latih mereka lagi mengenai MGM dan juga
mengenai keterampilan menjadi pembina dan keterampilan fasilitasi atau pembinaan.
5.
Jelaskan peran KKG sebagai penolong gereja yang bantu
jalankan kegiatan pelayanan. Ini akan menjadi persiapan yang baik ketika gereja
dirikan sebuah kegiatan atau pelayanan dengan masyarakat.
6.
Pending KKG kerja dengan pimpinan dalam perencanaan materi dan
lihat bagaimana materi tersebut jalan dan apa hasilnya.
Peran KKG:
1.
Minta mereka atur pertemuan dengan gereja.
2.
Libatkan mereka dalam fasilitasnya atau pembinaan
kelompok-kelompok kecil
3.
Minta mereka untuk catat pembelajaran dan hal atau isu atau
poin penting dari diskusi.
Pelajaran Alkitab: Pemilihan 7 Majelis/Diaken (KPR
6:1-7).
Barangkali peserta berperan dalam sandiwara (main drama) dari
cerita Alkitab ini supaya lebih mudah mengerti ceritanya.
1.
Apa yang terjadi dalam cerita ini?
2.
Apa masalah yang timbul? Apakah anda pikir masalah seperti
ini bisa muncul dalam komunitas anda? Siapa jenis orang yang akan diabaikan?
3.
12 murid putuskan untuk bikin apa? Apakah anda pikirin ini
adalah keputusan yang baik? Kenapa (baik atau tidak)?
4.
Siapa yang atur atau pilih keanggotaan grup tujuh orang yang
bertanggung jawab untuk menjaga janda? Apa nasihat yang dikasih ke-12 murid
tentang jenis orang yang baik dipilih?
5.
Bagaimana relevan dan bagaimana hubungan cerita ini dengan
Umoja dan gereja dan masyarakat anda?
6.
Apakah akibat MGM ada tugas baru yang perlu dibagi ke orang
baru?
Jika perlu:
·
Bagaimana hal ini harus diputuskan?
·
Siapa yang harus pilih mereka?
· Apa syaratnya untuk pilih
orang-orang baru?
Bagian 2: Gunakan Sumber Daya Kita
Tujuan dari bagian 2:
Untuk
bantu Jemaat tahu bahwa kebanyakan masalah dan pandangan bisa diatasi dengan
sumber daya sendiri.
Langkah penting:
1.
Gunakan enerjisers supaya orang pikir tentang kerjasama
dengan apa yang mereka miliki.
2.
Melakukan pelajaran Alkitab dan pikir tentang apa yang mereka
katakan. Pilih studi yang sesuai untuk kelompokkan anda.
3.
Menggandakan kegiatan perayaan untuk bicarakan sumber daya
apa yang dimiliki gereja, jika membantu, catat semua informasi yang telah
dikumpulkan.
4.
Pikirkan tentang kebutuhan dan sumber daya di dalam gereja
menggunakan tabel yang disediakan.
Langga 1: Kegiatan Perayaan Buat Garis Terpanjang.
Ini bisa jadi kegiatan yang baik untuk menolong kelompok atau
Jemaat untuk pikir tentang apa yang bisa mereka buat dengan sumber daya mereka
sendiri. Hal ini bisa menghasilkan banyak sukacita dan tawa sambil kasih
pembelajaran yang berguna. Penting untuk peka terhadap budaya dan tradisi
lokal.
1.
Mintalah grup bentuk dua baris dengan jumlah orang yang sama
di setiap barisan.
2.
Jelaskan bahwa mereka akan pakai apa saja yang mereka miliki
untuk buat garis sepanjang mungkin (tali sepatu, tidak pinggang, kemeja dan
lain-lain (.
3.
Setiap orang harus saling bersentuhan dengan orang lain, baik
secara fisik, maupun pakaian.
4.
Tim yang memang adalah yang punya baris terpanjang.
Pertanyaan:
1.
Sejauh apa orang-orang siap buat garis sepanjang mungkin?
2.
Apa yang menghambat orang bagi tentang apa yang mereka
miliki?
3.
Apa yang diajarkan dalam kegiatan ini tentang penggunaan
sumber daya kita sendiri?
Hal untuk dipelajari dan dibicarakan dengan kelompok
adalah:
1.
Kita bisa kaget ketika kita lihat apa yang bisa kita capai
dengan hanya apa yang kita miliki.
2.
Kadang-kadang tantangan menghasilkan pemimpin alami.
3.
Setelah orang punya visi yang jelas tentang apa yang
dibutuhkan mereka menjadi semangat dan rajin.
4.
Tantangan menghasilkan daya cipta atau kreativitas. Pasti ada
ide yang menolong di luar dugaan atau tembakan orang lain!
5.
Untuk beberapa orang, permainan ini mungkin tidak nyaman.
Tapi, ingat, kadang-kadang, kalau mau menyerahkan sumber daya untuk kepentingan
bersama, itu pasti bikin orang tidak nyaman.
Tahap 2: Pelajaran Alkitab.
Elisa dan Bejana Kosong (2 raja-raja 4: 1-7)
Bisa membahas pertanyaan ini:
1.
Apa peristiwa penting dalam cerita ini?
2.
Apa sumber daya yang ada untuk janda dan anak-anaknya?
3.
Apa yang bisa kita pelajari dari cerita ini yang bisa kita
terapkan? Bagaimana masyarakat bisa pakai apa yang mereka punya untuk mengatasi
masalah kemiskinan?
4.
Lihat tabel di bawah ini dan minta peserta untuk buat versi
mereka sendiri, mirip dengan contoh ini. Ini adalah cara yang baik untuk kasih
kenal keterampilan perencanaan sederhana yang bisa dipakai untuk buat
rencana-rencana gereja atau proyek komunitas, dengan sumber daya mereka
sendiri.
(Tabel per nomor)
1.
Kebutuhan ibu janda
·
Utang suami almarhum dikasih hapus
·
Anak dilindungi supaya tidak dijadikan budak
·
Udah masukkan ke depan
2.
Sumber dayanya Ibu janda
·
Minyak zaitun sedikit bejana kosong
·
Kebijaksanaan Elisa
·
Doa
·
Tenaga kerja keluarga
Perhatian: dengan pertolongan Tuhan, dan Kalau
kami siap bagi, sumber daya yang ada bisa dipakai untuk mengatasi persoalan
kemiskinan.
Pelajaran Alkitab - Yesus kasih makan 5000 orang
(Markus 6:30-44)
Bisa membahas pertanyaan ini dalam pleno dan tulis jawaban di
kertas besar:
1.
Siapa pemain utama dan apa tindakan spesifik yang mereka
ambil?
2.
Tindakan apa yang mereka lakukan?
3.
Apa yang kebutuhan dalam cerita ini? Apa sumber daya yang
ada?
Sekarang bisa bagi kelompok dan menjawab pertanyaan berikut:
1.
Langkah-langkah apa yang Yesus ambil untuk buat mukjizat?
2.
Dalam cerita ini, apa fokus Jesus? Apa fokusnya murid-murid?
3.
Bagaimana sumber daya yang ada digunakan untuk memenuhi
kebutuhan?
Kembali pleno dan bisa membahas yang berikut:
1.
Kenapa Yesus pakai langkah-langkah tersebut? Buatlah daftar
alasannya.
2.
Bagaimana Dia bisa buat mukjizat ini secara berbeda? Kenapa
Dia a tidak yang berbeda?
3.
Apa yang dikasih tahu kepada kita dari cerita ini tentang
cara kita fasilitas ini gereja dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka?
4.
Dalam komunitas kita, mukjizat akan kelihatan kayak apa?
Pikirkan bahwa sumber daya kita harus diserahkan ke dalam tangan Tuhan.
Coba isi tabel sesuai dengan pelajaran Alkitab (dalam tabel
menurut nomor)
1.
Kebutuhan mereka
2.
Sumber daya mereka
Contoh isi tabel
1.
Kebutuhan mereka
·
Penonton lapar
·
Penonton harus teratur
·
Harus bagi makanan
·
Ajaran rohani
2.
Sumber daya mereka
·
Lima roti dua ikan
·
Kuasa Tuhan Allah
·
Murid yang atur mereka
·
Keranjang kosong
·
Menurut bisa bagi
·
Yesus (ada)
Perhatian:
Tuhan ingin pakai kita, dan sumber daya kita, untuk bawa perubahan dalam hidup
dan kehidupan komunitas kami.
Tahap 3: Merayakan Apa Yang Kita Miliki
Tujuan
Supaya
gereja dan masyarakat sadar akan potensi
dalam diri mereka untuk bawa perubahan dan transformasi kepada komunitas.
Langkah-langkah penting:
1.
Peserta dibagi dalam grup lalu bicarakan sumber daya, karunia
dan talenta dalam gereja dan masyarakat.
2.
Dalam grup, kumpulkan benda-benda yang mewakili sumber daya
atau bakatnya masyarakat yang dibahas dalam poin 1.
3.
Taruh semuanya di dalam bentuk salib di lantai, jelaskan apa
yang diwakili oleh benda-benda tersebut.
4.
Catat apa yang diletakkan di lantai di kertas besar.
5.
Di atas kertas bikin 3 bagian, berjudul keterampilan,
pengetahuan, dan pengalaman. Di bawah 3 judul tersebut taruh semua benda sesuai
kategorinya
6.
Di grup besar (semua berkumpul) mohon bicarakan pertanyaan
berikut:
·
Keterampilan dan pengetahuan apa yang kita punya di gereja
atau masyarakat yang bisa dipakai untuk memperbaiki situasi yang ada?
·
Pengalaman apa yang kita punya di gereja atau masyarakat yang
bisa dibagi dengan orang lain?
Saran
Jika
tidak muncul dalam diskusi, Anda bisa kasih nggak di masyarakat bahwa sumber
daya mereka termasuk pengetahuan, waktu dan doa.
Setelah
semua benda sudah dimasukkan dalam bentuk salib, kasih putar musik atau
nyanyikan sebuah lagu untuk tolong orang-orang pikir tentang sumber daya,
karunia, dan talenta.
Lankga 3:Inisiatif Gereja Setempat
Tujuan dari bagian 3
Untuk
bantu gereja buat rencana kegiatan atau pelayanan dan juga jalankan suatu
kegiatan atau pelayanan untuk memenuhi kebutuhan di dalam gereja dengan sumber
daya mereka sendiri.
Langkah penting:
1.
Gunakan aktivitas enerjiser dalam wadah atau baskom besar.
2.
Lakukan pelajaran Alkitab
3.
Gunakan tabel untuk buat rencana sebuah kegiatan atau
pelayanan sederhana.
4.
Buat grup kecil dari sukarelawan untuk jalankan pelayanan
atau kegiatan baru.
5.
Hasilnya dicek lagi
sesudah selesai.
Langga 1: Energizer - Wadah Besar
Tujuan: untuk bantu peserta dalam praktik
selesaikan atau kasih pecah masalah dengan sumber daya terbatas, dan mengalami
langsung bagaimana orang kerjasama secara baik sebagai tim
Bahan yang dibutuhkan:
1.
Bening atau tali untuk Kasih tanda daerah 3 m persegi
2.
Tiga potongan tali sepanjang 4m
3.
Sebuah wadah botol besar isi air 3 sampai 5 liter
4.
Beberapa benda untuk mengganggu perhatian peserta (contoh:
sapu dan tempat sampah)
Langkah penting:
1.
Kasih tanda ukuran satu persegi 3m x 3m, dan taruh wadah
penuh air di tengah.
2.
Jelaskan kepada kelompok bahwa mereka harus keluarkan badan
dari tempatnya dengan barang yang ada saja. Mereka tidak boleh keluar dari
daerah yang ada tanda. Wadah itu harus diangkat langsung naik dan jauh dari
daerah yang ada tanda, dan tidak boleh diseret atau ditarik tanpa diangkat.
3.
Bagi kelompok jadi dua tim Dan Kasih masing-masing tim 2
menit untuk buat rencana bagaimana mereka akan selesaikan tugas ini.
4.
Setiap kelompok bergiliran coba usahakan tugasnya. Kelompok
lain bisa pakai beberapa benda-benda untuk mengganggu perhatian tim yang sedang
kerjakan tugas sehingga tidak berhasil mencapai tugasnya.
Setelah
mereka sudah selesai dengan tugas itu, kumpulkan semua orang bersama-sama untuk
bahas kegiatan dan lihat kembali apa yang telah mereka pelajari. Isu-isu kunci
yang barangkali bisa bahas:
● Keterlibatan semua
orang dalam pengambilan keputusan dan bagi ide ● Mengetahui keterampilan dan pengalaman
● Atur peran dan
kontribusi.
Apa
kesamaan antara latihan ini dan bagaimana gereja bisa memenuhi kebutuhannya
sendiri?
Saran buat pelatih.
Wadah
bisa dipindahkan jika taruh dua tali bertentangan kedua sisi botol, kemudian
dengan lembut putar setiap ujung tali sehingga putaran botol lebih kencang. Ini
akan makan waktu beberapa menit sampai botol tertangkap dalam ikatan ketat dari
tali itu. Akhirnya dapat diangkat dengan mudah dan lancar dari tanah.
Langkah 2: Pelajaran Alkitab
Garam dan Terang (Matius 5:13-16)
Pikirkan cara-cara yang bisa dilihat (misalnya dengan dua
makanan untuk dirasa: satu dengan garam, yang lain tanpa garam; meletakkan
lilin di bawah mangkok).
1.
Garam bisa dipakai untuk apa, dan rasa dan bentuk kayak apa?
2.
Menurut anda, apa yang Yesus maksudkan saat Ia berkata:
"kamu adalah garam dunia"? Dengan cara apa atau tindakan apa anda dan
gereja bisa berperan sebagai "garam" di masyarakat?
3.
Apa yang terjadi ketika garam jadi ditawar? Apa tantangan
yang ada bagi kita sebagai gereja?
4.
Apa kegunaan terang?
5.
Apa yang dimaksudkan oleh Yesus ketika Ia bilang
"biarlah terangmu bercahaya"?
Bagaimana cara anda dan gereja bertindak sebagai terang dalam
komunitas anda?
6.
Bagaimana gerakan baru ini di gereja akan bantu Anda untuk
menjadi garam dan terang di masyarakat?
Langga 3: Latihan Minibus
1.
Kita mau bikin apa?
2.
Kenapa kita mau bikin?
3.
Bagaimana kita lakukan?
4.
Apa sumber daya yang kita miliki?
5.
Siapa yang kita perlu dalam pelaksanaannya?
6.
Apa yang bisa tahan atau menggagalkan kita?
7.
Apa yang bisa menghalangi kita?
Tujuan
Latihan
ini bantu buat rencana proyek gereja dengan cara yang bisa dimengerti dan
diikat semua orang. Jika bisa, barangkali ada yang bisa menggambar bus-mirip
dengan gambar di atas dan taruh di suatu tempat, di mana semua orang bisa
lihat. Kemudian bahas pertanyaan 1 sampai dengan 7 di atas. Berikut ada
beberapa opsi lain yang bisa digunakan di daerah tertentu, di mana tidak ada
mobil.
Contoh dari latihan minibus
1.
Kita mau bikin apa?
Jaga mata air kita
supaya ada air bersih
2.
Kenapa kita mau bikin?
Kita tahu air bersih bagus dan sehat dan bebas dari penyakit
tertentu.
3.
Bagaimana kita lakukan?
·
Adakan pertemuan untuk buat rencana
·
Kumpulkan dana untuk semen
·
Kumpulkan bahan-bahan untuk bangun perlindungan mata air
·
Bangun pagar supaya binatang-binatang tidak bisa masuk
4.
Apa sumber daya yang kita miliki?
·
Batu dan pasir
·
Sejumlah uang
·
Orang yang siap kerja
5.
Siapa yang kita perlu dalam pelaksanaannya?
·
Pemimpin gereja
·
Jemaat
·
Toko masyarakat
·
Pemilik ternak
6.
Apa sih yang bisa tahan atau menggagalkan kita?
·
Orang terlalu sibuk kasih waktu.
·
Saran teknis tidak cukup
7.
Apa yang bisa menghalangi kita?
·
Hujan deras
·
Konflik dalam kelompok
·
Masalah yang belum terselesaikan dengan petani ternak
Saran untuk perencanaan
1.
Masalah yang mau dihadapi dan diselesaikan harus jelas
2.
Tentukan bahwa kelompok Anda ada cukup keterampilan
pengalaman dan pengetahuan untuk menjalankan proyek tertentu yang telah mereka
pilih. Kemudian diskusikan dari mana mereka bisa tambah kapasitas
3.
Jika pakai latihan minibus, minta semua orang ikut dan jawab
pertanyaan.
4.
Jika kelompok sangat besar, bagi ke kelompok-kelompok yang
lebih kecil, dengan 4 atau 5 orang untuk bicarakan pertanyaan-pertanyaan. Jika
ada banyak jawaban untuk masing-masing pertanyaan, minta kelompok utamakan yang paling penting.
Rencana Aksi (Rencana Bertindak)
Setelah
anda sudah selesai dengan latihan minibus, gunakan tabel berikut untuk buat
sebuah rencana aksi yang bisa dibagi dengan gereja.
(Tabel menurut nomor) 1. Rencana
·
Apa yang ingin kita lakukan?
·
Kenapa kita ingin melakukannya?
·
Bagaimana kita melakukannya?
·
Sumber daya apa yang kita punya?
·
Sumber daya apa yang terancam habis jika kita terlalu sering?
·
Siapa yang kita butuhkan untuk jalankan?
·
Apa yang bisa tahan (kasih pelan) kita setelah sudah mulai?
·
Apa yang bisa menghalangi kita setelah sudah mulai?
·
Kapan kita akan mulai?
2. Rincian
Langkah 4: Bentuk Tim Kecil Untuk Jalankan Pelayanan
Atau Kegiatan.
Pilih
orang yang punya waktu dan energi yang juga semangat selesaikan tugas. Bisa
jadi KKG dengan orang beberapa tambahan yang punya keterampilan bersangkutan
atau orang yang mau bergabung dalam proyek. Pastikan mereka mengerti dengan
jelas tentang peran-peran yang dibutuhkan untuk pekerjaan itu. Ambil setiap
kesempatan untuk tegas dan dorong mereka. Untuk penjelasan tentang hal ini,
lihat tahap 4 ambil tindakan.
Langka 5: Lihat Kembali (Pantau) Bagaimana Proyek
Dijalankan
Gunakan pertanyaan berikut untuk meninjau bagaimana proyek
dijalankan dengan KKG dan gereja-gereja secara umum. Ini adalah kesempatan yang
baik bagi gereja untuk merayakan apa yang telah mereka buat dan apa yang telah
mereka pelajari dari hal itu.
1.
Apakah kita bisa gunakan kita punya keterampilan pengalaman
dan uang lain dari yang sumber daya yang kita miliki?
2.
Apakah kita buat perbedaan?
3.
Apakah kita buat apa yang kita bilang akan buat?
Bagian 4: Belajar Dan Refleksi Atau Pikir Kembali.
Bagian
ini sangat penting karena gereja perlu meninjau dan merenungkan atau pikir
kembali apa yang telah jalan dengan baik dan apa yang bisa dibuat lebih baik
dengan cara yang mereka pelajari dan buat bersama-sama.
Ingat Kembali:Bagian 1: Pemberian Visi Gereja.
1.
Bagaimana pelajaran dan kegiatan dari Alkitab Bandung gereja
dapat visi bagi masyarakatnya?
2.
Mana pelajaran dan kegiatan dari Alkitab yang paling berguna
dan kenapa?
3.
Apa yang disangka ini dirasakan anggota gereja tentang mereka
punya hubungan dengan masyarakat?
IngatKembali: Bagian 2: Gunakan Sumber Daya.
1.
Bagaimana pelajaran dan kegiatan dari Alkitab sudah bantu
gereja dan anggotanya sadari nilai untuk dipakai sumber daya mereka sendiri?
2.
Apa pelajaran yang paling berarti bagi mereka selama belajar
dari bagian ini?
Ingat kembali:Bagian 3: Inisiatif Gereja Setempat.
1.
Apa yang telah dipelajari oleh anggota-anggota Gereja
mengenai kerjasama untuk perencanaan lalu jalankan pelayanan atau kegiatan?
2.
Apa yang bisa gereja buat lebih baik pada masa yang akan
datang?
3.
Apa yang dipelajari oleh anggota gereja dari pengalaman
jalankan proyek mereka sendiri tentang bagaimana kerja dengan masyarakat untuk
pelayanan pelayanan lain?
Komentar
Posting Komentar
Terima kasih telah membaca tulisan ini. Kami sangat menghargai setiap pemikiran dan pengalaman yang anda bagikan. Silakan tuliskan komentar anda dengan penuh kejujuran dan rasa hormat, agar diskusi ini menjadi ruang yang membangun dan memberkati semua pembaca. Amakanee