NOTULEN KEGIATAN RETREAT DENGAN BERTANJUK “MEMBACA TANDA-TANDA ZAMAN DAN MEREBUAT KENDALI KEHIDUPAN”
Nama Kegiatan : Pelatihan dan Ceramah Pelayanan Gereja dan Sosial
Tempat : Sentani
Tanggal : 17–19 Juli 2023
Waktu Mulai : 09.58 WIT
I. Pembukaan
Kegiatan dimulai pada pukul 09.58 WIT
dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Ibu Heni Ohoitimur, M.Pd.K. Firman
Tuhan disampaikan oleh Pdt. Dr. Benny Giyai dengan tema: “Selamatkan
Kejayaan Generasi yang Menang”.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan
resmi oleh panitia bersama perwakilan pemateri dan peserta.
II. Sesi Materi
1. Materi I: Peran
Keluarga dalam Kehidupan Anak
Pemateri: Ibu Diana
- Kehidupan
dan masa depan anak dimulai dari usia dini.
- Peran
keluarga, khususnya orang tua, sangat menentukan pembentukan karakter
anak.
2. Materi II:
Kesehatan Ibu dan Anak di Papua
Pemateri: Tim UNICEF Papua
a)
Kondisi
pelayanan kesehatan ibu di kampung masih sangat terbatas.
b)
Kesulitan
penanganan persalinan (misalnya posisi sungsang).
c)
Penyebab
utama kematian anak di Papua:
ü Diare
ü Pneumonia (radang
paru-paru)
ü TBC
3. Materi III:
Malaria
Pemateri: Bapak Yuddy
- Malaria
menjadi salah satu penyebab utama kematian di Papua.
- Faktor
penyebab:
1. Parasit
2. Inang (manusia)
3. Lingkungan (genangan
air sebagai tempat berkembang biak nyamuk)
- Pencegahan:
ü Secara biologis dan
kimiawi
ü Pemanfaatan bahan
alami seperti bunga (misalnya bunga Sonia) sebagai pengusir nyamuk
4. Materi IV:
Imunisasi
Pemateri: Dokter
- Pentingnya
imunisasi untuk mencegah penyakit seperti pneumonia, TBC, dan malaria.
- Papua
dalam kondisi darurat kesehatan.
III. Diskusi dan
Tanya Jawab
Beberapa pertanyaan utama dari peserta:
- Faktor
sosial selain kurangnya kontrol kesehatan yang mempengaruhi tingginya
kasus ibu dan anak.
- Solusi
bagi anak yang lahir tanpa pengawasan medis.
- Pemanfaatan
bahan alami dalam membantu persalinan.
- Manfaat
dan risiko program KB.
- Strategi
penanganan stunting dan masalah kesehatan di Papua.
IV. Materi:
Transformasi Sosial di Papua
Pemateri: Perwakilan Dinas
Kesehatan Provinsi Papua
- Pelayanan
kesehatan secara program sudah dijamin pemerintah (contoh: Intan Jaya).
- Namun
implementasi di lapangan belum maksimal.
- Kendala
administrasi seperti KTP dan KK masih menjadi syarat utama pelayanan.
V. Hari Kedua
1. Refleksi Gereja
dan Kondisi Sosial
- Gereja
melayani di tengah situasi sosial-politik yang kompleks.
- Penekanan
pada peran iman dalam menghadapi tantangan (analogi tokoh Alkitab seperti
Musa, Daud, dan Yosua).
- Pentingnya
gereja:
ü Peka terhadap situasi
jemaat
ü Mengumpulkan data
faktual (5W+1H)
2. Pelatihan
Penulisan
Pemateri: Dr. Benny Giyai
- Teknik
membuat notulen rapat
- Penulisan
berita kegiatan gereja
- Praktik
menulis laporan
3. Materi Gender
Pemateri: Dr. Arry Pongtiku,
MHM
Topik: Pengarusutamaan Gender dalam
Pelayanan Publik
- Gender
mencakup keadilan, keseimbangan, dan pemerataan.
- Budaya
Papua masih kuat mempengaruhi ketimpangan gender.
- Perempuan
sering mengalami:
ü Pembatasan hak
ü Ketidakbebasan dalam
menentukan hidup
ü Perlakuan sebagai
objek ekonomi dalam tradisi tertentu
Penekanan:
- Pendidikan
sejak dini tanpa diskriminasi gender
- Memberikan
ruang produktivitas bagi perempuan
VI. Diskusi Gender
Pertanyaan yang dibahas:
- Cara
membangun kesadaran saling percaya antara laki-laki dan perempuan.
- Faktor
dominan penyebab ketimpangan gender (budaya, kebijakan, dll).
- Situasi
yang memerlukan perlakuan berbeda antara laki-laki dan perempuan.
- Konsep
equality dan justice.
VII. Simulasi dan
Refleksi
Fasilitator: Bapak Ardi Asso
- Simulasi
pemecahan masalah secara kelompok.
- Peserta
diajak memahami pentingnya kerja sama dalam menghadapi persoalan sosial.
VIII. Presentasi
Hasil Lapangan
Beberapa laporan:
- Timika:
ü Pasar lama digunakan
untuk aktivitas negatif (miras, perjudian).
- Yahukimo:
ü 13 anggota jemaat
meninggal akibat berbagai faktor kesehatan.
IX. Pernyataan Gereja
(Oikumene – West Papua Council of Churches)
- Menghentikan
pengiriman pasukan dan kekerasan.
- Menolak
kebijakan negara yang dianggap merugikan orang asli Papua.
X. Penutup
Kegiatan ditutup dengan penegasan
pentingnya:
- Peran
gereja dalam menjawab persoalan sosial
- Kesadaran
bersama untuk meningkatkan kesehatan, pendidikan, dan keadilan gender
- Kemampuan
menulis sebagai alat advokasi dan pelayanan

Komentar