Langsung ke konten utama

BAPTISKAN 7 ANGGOTA BARU JEMAAT YERUSALEM KAMPUNG HARAPAN JAYAPURA GEREJA KINGMI DI TANAH PAPUA

 

BAPTISKAN 7 ANGGOTA BARU JEMAAT YERUSALEM KAMPUNG HARAPAN JAYAPURA GEREJA KINGMI DI TANAH PAPUA


Pewarta: Hengki Wamuni

Pada hari ini minggu tanggal 03 November 2024 tujuh anggota baru Jemaat Yerusalem dibabtiskan oleh Pdt. Peras Tabuni, S. Pak pukul 06:5 – 08:11 sebelum ibadah dimulai. Berikut ini nama-nama peserta yang telah mengikuti upacara pembaptisan antaranya Demianus Egatmang, Putri Ani. Waker, Yunita Ugipa, Nopila Murib, Akon Tipagau, Milon Murib dan Gabriel Wanimbo. Babtis merupakan salah satu hukum seremonial gereja Kekristenan yang berpedoman pada amanat maklumat Yesus Kristus (Matius 28: 19-20). Amanat Kristus ini menjadi dasar bagi tradisi pembaptisan dalam agama Kristen ketika orang-orang petobat baru yang hendak ingin menjadi pengikut Kristus. Pembaptisan adalah suatu tindakan pertobatan dari pengalaman dosa menuju kepada pengakuan terhadap Yesus Kristus sebagai juruselamat pribadinya.

Gembala Sidang jemaat Yerusalem Ev. Arinus Dewerek, S. Th mengatakan bahwa sesuai doa dan target pengurus Jemaat Yerusalem wajib setiap tahun memenangan anggota baru bagi kemuliaan Kristus. Maka selama tiga bulan lebih 10 peserta calon pengikut Kristus telah menjalani proses bimbingan dasar-dasar iman Kristen yang diajarkan oleh Pdt. Peras Tabuni, S. Pak wakil gembala Jemaat Yerusalem, hal ini sesuai fungsionalitas wakil gembala atau majelis yang mebidangi protokorel. Pendidikan katekisasi melalui anjuran buku pedoman upacara kekristen berukuran 20 cm. Kemudian, Pdt. Peras mengakui Doa dan dukungan dari semua orang percaya khususnya gembala dan keluarganya Roh Allah sudah bekerja, hari ini minggu raya pagi hanya 7 orang yang sukses mengikuti prosesi upacara pembaptisan dari 10 orang sebelumnya ujarnya. Optimisme gembala Sidang Arinus mengatakan bahwa 3 orang tidak murtad tetapi mereka hanya tunda waktu, mudah-mudah roket berikut mereka bisa ikut. Di tengah pengaruh arus perubahan dunia dewasa ini yang menjadi tantangan bagi iman pemuda, Pdt. Peras Tabuni merasa bersyukur. Ia berharap mereka anak-anak muda ini menjadi teladan dalam iman, sikap dan karakter serta dalam pelayanan seperti Timotius dalam Alkitab.

Setelah usai ibadah dan jamuan kudus perdana bersama anggota baru yang dibaptis gembala sidang merasa bersyukur dan sukacita atas pertolongan Tuhan jemaat yang sudah babtis terus bertambah. Lalu dia berharap bahwa kedepannya mereka bisa mengambil bagian dan melayani di gereja. Pdt. Peras menambahkan bahwa sikap pertobatan ini berani dan siap untuk melayani baik di jemaat Yerusalem ataupun dimanapun mereka akan pergi terang Roh Kudus tetap menjadi berkat. Pertobatan tidak sampai disini, paling berat konsekwensi menjadi pengikut Kristus di tengah kehidupan nyata. Sehingga mereka harus tetap pegang teguh pada iman kepada Yesus Kristus dan konstan pada pertobatan sepanjang masa pungkasnya.

Sementara mewakili peserta yang baru dibabtis, Akon Tipagau mengatakan bahwa ini adalah doa dan kerinduan sejak lama yang ia gumuli. Berkenaan atas pertolongan Tuhan dimungkinkan pada hari ini saya dapat babtis. Tidak lupa berterima kasih kepada gembala sidang, guru yang mengajarkan pendidikan katekisasi serta keluarga yang mana telah mendukung dengan doa, motivasi dan pelayanan-pelayanan dalam bentuk apapun yang bisa mereka lakukan akhirnya telah kami selesai mengikuti perjamuan kudus perdana bersama.

Usai ibadah dan upacara perjamuan kudus yang diarahkan oleh Pdt. Peras Tabuni lalu bersama seluruh anggota makan siang hidangan yang telah disiapkan oleh mereka yang ikut babtis dan keluarga Ev. Akanius Kulla, S. Th.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA

  Persiapan khotba untuk Ibadah Rayon 2 Jemaat Pos PI Amin Pada hari kamis, 14 Agustus 2025 Di rumah keluarga Bapak Gabriel Mbogau By Hengki Wamuni 1 Korintus 7: 17-24 (bc-17) SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA – Berusaha Hidup Sesuai Tujuan Dan Rencana Kekal Allah Introduksi Paulus menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam konteks jemaat Tesalonika yang saat itu menghadapi pembatasan akses dan ruang bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Pembatasan itu diberlakukan dengan alasan: Sistem agama dan budaya : masih terjadi perdebatan soal hukum Taurat , khususnya mengenai sunat di kalangan jemaat. Strata sosial : perbedaan antara tuan dan hamba. Status perkawinan : antara yang sudah menikah dan yang lajang. Atas hubungan perbedaan inilah, Paulus menegaskan bahwa keadaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi diri dalam menjalankan pekerjaan dan pelayanan Tuhan. Jika sudah bersunat, jangan berusaha menghapus...

MENEMUKAN IDENTITAS BARU DAN PEMULIHAN HIDUP

By Hengki Wamuni INTRODUKSI Tulisan ini adalah catatan refleksi pribadi selama mengikuti retreat. Menutup semester pertama, Yayasan Pendidikan Amamapare (YPA) Papua menyelenggarakan retreat selama tiga hari di Ruang MPR (Aula) YPA Papua. Bagi saya, momen ini sangat penting karena melalui kegiatan tersebut saya memperoleh banyak pembelajaran baru yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan pemulihan hidup. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah para pemateri termasuk ketua komunitas mereka datang dari latar belakang pengalaman hidup yang beragam, yaitu pengalaman pahit di masa lalu. Melalui kesaksian hidup mereka, pengalaman pribadi yang telah dipulihkan menjadi kesaksian yang menguatkan dan memberkati orang lain. Dari situ kami belajar tentang kehidupan melalui kehidupan yang nyata dan hidup. Refleksi saya berawal dari kesaksian hidup yang saya dengarkan selama retreat, yang kemudian saya bandingkan dengan realitas kehidupan anak-anak Papua. PENGALAMAN KEHIDUPAN ANAK PE...

Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat

  HIDUPKAN NADI GEREJA [Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat]  By Hengki Wamuni Gereja Mulai Bergeser Dari Tugas Panggilan  Dewasa ini, dalam banyak hal, gereja tampak mulai bergeser dari pusat panggilannya. Fungsi utamanya kerap melemah, sementara perannya lebih sering terlihat sebagai tempat pertemuan rutin atau panggung untuk khotbah retorika yang indah didengar, namun kurang menyentuh realitas kehidupan jemaat. Pelayanan kadang terjebak pada formalitas dan jabatan, bukan lagi panggilan hati. "Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" ( Yohanes 15:5 ). Pergumulan Jemaat Yang Terabaikan Ironisnya, di tengah semarak kegiatan, banyak jemaat justru hidup dalam pergumulan berat yang terabaikan. Ada rumah tangga yang retak, anak-anak yang kehilangan perhatian, pemuda yang terseret ke pergaulan buruk, ibu-ibu janda yang berjuang sendiri, serta pengangguran yang dibiarkan tanpa solusi. Sebagian jemaat terjebak dalam pola hidup yang mer...