Langsung ke konten utama

Jurnal Harian Kutipan Materi Orientasi perkenalan Anggota Baru Komisi Pemuda Jemaat Antiokhia Yahim

 

KUTIPAN MATERI ORIENTASI PEMBEKALAN DAN PERKENALAN ANGGOTA BARU JEMAAT ANTIOKHIA YAHIM  KLASIS JAYAPURA KOORDINATOR MAMNTA GEREJA KEMAH INJIL (KINGMI) DI TANAH PAPUA


Oleh: Hengki Wamuni

Narasumber: Pdt. Dr. Noakh Nawipa, E. Dd

Judul: ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN (Pdt. Dr. Noakh Nawipa E. Dd).

Pembahasan:

1.      ORGANISASI

Organisasi merupakan ibarat dengan sebuah gedung tinggi. Adalah bentuk dari suatu wadah yang orang membentuknya. Jika tidak ada tempat maka tidak disebutkan sebagai organisasi karena wadah berbentuk yang yang lengkap berdiri kokoh dari berbagai macam bahan yang digunakan dalam proses pembangunannya agar gedung itu berdiri kokoh.

2.      ADMINISTRASI

Dalam gedung itu ada ruangan yang berisi berbagai jenis barang yang diperlukan. Terutama alat electronik yang menjadi kebutuhan pokok sebuah perumahan di perkotaan. Yang itu disebut dengan administrasi.

3.      MANAJEMEN

Selanjutnya ada yang mengatur barang di dalamnya. Ada beberapa orang yang bekerja sama. Merencanakan bersama dan kerja untuk mencapai suatu tujuan yang hendak ingin tercapai. Manajemen itu hal yang sangat penting adalah atur waktu yang baik. Satu hal lainnya yang penting adalah pengaturan manajemen keuangan. Manajemen juga diajarkan untuk mengembangkan sumber daya yang tersedia. Sehingga menjadi mahasiswa teologi atau umum yang produktif dan mandiri menghidupi diri sendiri. Maka pentingnya manajemen pekerjaan, yaitu atur pekerjaan keseharian yang baik. Mengatur pekerjaan tidak boleh ditunda. Maka sangat penting buat jadwal, karena buat jadwal selamatkan waktu. Ada beberapa pokok pikiran penting yang ditekankan dalam pembahasan manajemen ini, yaitu manajemen waktu, keuangan, kerja.

4.      KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan adalah daya, energi, semangat yang mengerakkan dan proaktif untuk melakukan sesuatu. Pemimpin juga harus dipercayai orang dan sebaliknya dia pun mempercayai orang lain.

 

Narasumber: Bapak Naftali Edowai, SH

Pokok  : PEMUDA YANG SEHAT JASIMANI DAN ROHANI

Bahan pokok pembahasan terambil dari kitab Amsal 22:6; 1 Timotius 4:12.

Iman atau rohani tidak dapat dilihat atau diraba tetapi secara psikologi orang bisa menilai dari kehidupannya mengenai kesehatan iman atau rohaninya.

KEDEWASAAN ROHANI

Kedewasaan menjadi bahan penelaahan dari kitab 1 Korintus 13:11. Mencerminkan diri dari setiap perkataan yang telah kita keluarkan. Perkataan kita menggambarkan perasaan, keinginan dll. Maka ada beberapa cara berfikir yang positif, yaitu bersikap tenang dan mampu kendalikan diri dari emosi. Tidak sensitif pengalaman buruk masa lalu untuk mendendam. Memilih alternatif lainnya sebagai solusi positif. Dan tantangan mampu mengubah menjadi suatu peluang untuk perubahan diri kita.

Pikiran dan perkataan juga akan terpengaruh pada tindakan kita. Hal yang sulit adalah apa yang kita percaya benar hari ini sangat sulit menjadi jalinan yang utuh antara Piramida pikiran, perkataan dan tindakan menjadi satu rampungkan yang sangat relevansi.

Juga menerima segala perbedaan sosial untuk menghargai dan menghormati. Sebagai inti dari pembahasan materi dari tiga rangkai cerminan tadi jika ikat relevansi yang utuh menunjukkan pada kesucian hidup yang baik sebagai anak-anak Tuhan.  Sebagai bagian menjaga kesucian hidup adalah tindakan praktis dalam kerja. Maka memakai suatu kemampuan terkhusus yang kita terima dipakai untuk melayani. Akhirnya kita juga mampu koreksi kembali dan evaluasi mengenai hidup untuk berubah dan bertumbuh serta berkembang menjadi pengikut Kristus yang benar dan sehat secara rohani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA

  Persiapan khotba untuk Ibadah Rayon 2 Jemaat Pos PI Amin Pada hari kamis, 14 Agustus 2025 Di rumah keluarga Bapak Gabriel Mbogau By Hengki Wamuni 1 Korintus 7: 17-24 (bc-17) SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA – Berusaha Hidup Sesuai Tujuan Dan Rencana Kekal Allah Introduksi Paulus menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam konteks jemaat Tesalonika yang saat itu menghadapi pembatasan akses dan ruang bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Pembatasan itu diberlakukan dengan alasan: Sistem agama dan budaya : masih terjadi perdebatan soal hukum Taurat , khususnya mengenai sunat di kalangan jemaat. Strata sosial : perbedaan antara tuan dan hamba. Status perkawinan : antara yang sudah menikah dan yang lajang. Atas hubungan perbedaan inilah, Paulus menegaskan bahwa keadaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi diri dalam menjalankan pekerjaan dan pelayanan Tuhan. Jika sudah bersunat, jangan berusaha menghapus...

MENEMUKAN IDENTITAS BARU DAN PEMULIHAN HIDUP

By Hengki Wamuni INTRODUKSI Tulisan ini adalah catatan refleksi pribadi selama mengikuti retreat. Menutup semester pertama, Yayasan Pendidikan Amamapare (YPA) Papua menyelenggarakan retreat selama tiga hari di Ruang MPR (Aula) YPA Papua. Bagi saya, momen ini sangat penting karena melalui kegiatan tersebut saya memperoleh banyak pembelajaran baru yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan pemulihan hidup. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah para pemateri termasuk ketua komunitas mereka datang dari latar belakang pengalaman hidup yang beragam, yaitu pengalaman pahit di masa lalu. Melalui kesaksian hidup mereka, pengalaman pribadi yang telah dipulihkan menjadi kesaksian yang menguatkan dan memberkati orang lain. Dari situ kami belajar tentang kehidupan melalui kehidupan yang nyata dan hidup. Refleksi saya berawal dari kesaksian hidup yang saya dengarkan selama retreat, yang kemudian saya bandingkan dengan realitas kehidupan anak-anak Papua. PENGALAMAN KEHIDUPAN ANAK PE...

Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat

  HIDUPKAN NADI GEREJA [Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat]  By Hengki Wamuni Gereja Mulai Bergeser Dari Tugas Panggilan  Dewasa ini, dalam banyak hal, gereja tampak mulai bergeser dari pusat panggilannya. Fungsi utamanya kerap melemah, sementara perannya lebih sering terlihat sebagai tempat pertemuan rutin atau panggung untuk khotbah retorika yang indah didengar, namun kurang menyentuh realitas kehidupan jemaat. Pelayanan kadang terjebak pada formalitas dan jabatan, bukan lagi panggilan hati. "Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" ( Yohanes 15:5 ). Pergumulan Jemaat Yang Terabaikan Ironisnya, di tengah semarak kegiatan, banyak jemaat justru hidup dalam pergumulan berat yang terabaikan. Ada rumah tangga yang retak, anak-anak yang kehilangan perhatian, pemuda yang terseret ke pergaulan buruk, ibu-ibu janda yang berjuang sendiri, serta pengangguran yang dibiarkan tanpa solusi. Sebagian jemaat terjebak dalam pola hidup yang mer...