Langsung ke konten utama

Postingan

TETAPLAH BODOH

*Rektor Universitas Islam Indonesia membacakan puisi ini pada Kenduri kemarin sore (22/11/2025) di Bundaran UGM.*  *"TETAPLAH BODOH"*  *Tetaplah bodoh ,kawan ,* *jika pintar menuntut kita percaya* *bahwa kayu* *gelondongan memang tumbang* *sendiri ,kebetulan saja sebagian diberi nomor* *agar tak tersesat pulang.*  *Tetaplah bodoh ,kawan ,* *jika pintar* *mengharuskan kita sepakat* *bahwa sawit juga pohon karena punya* *daun hijau ,cukup untuk mengganti nama hutan ,* *meski akarnya tak lagi sudi menahan air.*  *Tetaplah bodoh ,kawan ,jika* *pintar berarti curiga pada suara kritis ,dianggap menggiring opini ,menganggap pemerintah tidak bekerja sempurna , dan empati harus menunggu siaran media.*  *Tetaplah bodoh ,kawan ,jika pintar mengajarkan* *bahwa bantuan asing* *yang tak seberapa itu* *berbahaya ,bisa* *meruntuhkan martabat bangsa* *yang konon berdiri tegak—tanpa bantuan siapa~siapa.* *Tetaplah bodoh ,kawan ,jika* *pintar mensyaratkan* *bantuan ben...

KISAH REKRUTMEN SISWA PROGRAM PATERNING PAPUA TENGAH

Tepat pada Senin 20 Agustus 2025 malam, saya mendapat informasi tentang rekrutmen siswa untuk kursus bahasa Inggris dalam program Paterning. Awalnya saya tidak tahu soal info ini, karena tidak memiliki headphone untuk mengikuti pengumuman secara online. Menjelang malam, saya langsung menanyakan hal itu kepada Bapak Marten Tipagau, sumber informan. Beliau menanggapi dengan ekspresi serius sambil menatap wajah saya, lalu berkata, “Kursus ini penting.” Tanpa berpikir panjang, saya menyatakan kesediaan untuk mengumpulkan data persyaratan. Malam itu juga saya mengirim data, termasuk KTP dan KK, melalui Bapak Marten. Tak lama kemudian, beliau membalas dengan berkata, “Ko berdoa supaya nama mu diterima.” Saya segera masuk ke kamar, mengunci pintu, lalu berdoa singkat. Baru saja selesai, sebuah pesan masuk: “Bila anda diterima, pihak pemerintah akan menelpon.” Malam itu saya sulit beristirahat dengan tenang, hanya menunggu kabar. Puji Tuhan, pada subuh hari berikutnya, sesaat setel...

SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA

  Persiapan khotba untuk Ibadah Rayon 2 Jemaat Pos PI Amin Pada hari kamis, 14 Agustus 2025 Di rumah keluarga Bapak Gabriel Mbogau By Hengki Wamuni 1 Korintus 7: 17-24 (bc-17) SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA – Berusaha Hidup Sesuai Tujuan Dan Rencana Kekal Allah Introduksi Paulus menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam konteks jemaat Tesalonika yang saat itu menghadapi pembatasan akses dan ruang bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Pembatasan itu diberlakukan dengan alasan: Sistem agama dan budaya : masih terjadi perdebatan soal hukum Taurat , khususnya mengenai sunat di kalangan jemaat. Strata sosial : perbedaan antara tuan dan hamba. Status perkawinan : antara yang sudah menikah dan yang lajang. Atas hubungan perbedaan inilah, Paulus menegaskan bahwa keadaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi diri dalam menjalankan pekerjaan dan pelayanan Tuhan. Jika sudah bersunat, jangan berusaha menghapus...

Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat

  HIDUPKAN NADI GEREJA [Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat]  By Hengki Wamuni Gereja Mulai Bergeser Dari Tugas Panggilan  Dewasa ini, dalam banyak hal, gereja tampak mulai bergeser dari pusat panggilannya. Fungsi utamanya kerap melemah, sementara perannya lebih sering terlihat sebagai tempat pertemuan rutin atau panggung untuk khotbah retorika yang indah didengar, namun kurang menyentuh realitas kehidupan jemaat. Pelayanan kadang terjebak pada formalitas dan jabatan, bukan lagi panggilan hati. "Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" ( Yohanes 15:5 ). Pergumulan Jemaat Yang Terabaikan Ironisnya, di tengah semarak kegiatan, banyak jemaat justru hidup dalam pergumulan berat yang terabaikan. Ada rumah tangga yang retak, anak-anak yang kehilangan perhatian, pemuda yang terseret ke pergaulan buruk, ibu-ibu janda yang berjuang sendiri, serta pengangguran yang dibiarkan tanpa solusi. Sebagian jemaat terjebak dalam pola hidup yang mer...