Langsung ke konten utama

Klarifikasi Berita Penyuduhan Yosua terhadap Mahasiswa Moni Asal Intan Jaya Kota Studi Jayapura

 Klarifikasi Berita Penyuduhan Yosua terhadap Mahasiswa Moni Asal Intan Jaya Kota Studi Jayapura


 
Jayapura, 18 Februari 2023

Klarifikasi penyebaran berita penyuduhan Yosua Ayapa terhadap Mahasiswa Moni Kota Studi Jayapura setelah pelakunya diundang ke Asrama Permanen Buper Waena hari Sabtu, 18 Februari 2023 pada pukul 09:47.

Informasi berisi anjaman itu telah dibuat dan disebarluaskan melalui jejaringan sosial yang umumnya di kelola oleh kaum profesional, intelektual, dan kalangan mahasiswa setelah pihaknya mendapatkan anjaman oleh orang yang tak di kenal (OTK). Anjaman itu terjadi saat Yosua berada di depan perempatan jalan sosial, tiga orang yang dia pun tidak kenal datang mendekati menggunakan kendaraan bermotor jenis motor tinggi dari arah Doyo pada hari Jumat 10 Februari 2023 di Sentani. Mereka datang bertanya identitas lengkap dan diminta petunjuk KTPnya. Menurut Yosua, ia mengaku dirinya seorang hamba Tuhan, sehingga mereka berhenti untuk mengancam. Katanya, karena kamu seorang hamba Tuhan jadi selamat dan meninggalkan dia pergi.

Kemudian Yosua Ayapa menyuduh mahasiswa Moni asal Intan Jaya dari Kota Studi Jayapra, menurutnya karena dalam keadaan panik kaitkan dengan konflik perang keluarga yang sedang terjadi di Nabire baru-baru ini.

Berita penyuduhan yang menyebar masif di media menyebabkan terjebak kaum profesional dan intelektual Intan Jaya bermunculan gelombang komentar stereotip dan menjelekkan nama baik mahasiswa asal dari Intan Jaya kota studi Jayapura. Maka, mahasiswa kota Studi Jayapura mengundang oknum bertujuan ingin meminta penjelasan dan mengklarifikasi untuk memberbaiki nama baik mahasiswa kota studi Jayapura.

Seluruh mahasiswa dapat buat tiga baris, kemudian meminta Yosua dapat menunjukkan orang yang melakukan anjaman kepadanya. Tetapi ia tidak dapat diidentifikasi oknum yang melakukan anjaman terhadapnya. Yosua telah mengaku, melakukan penyuduhan terhadap mahasiswa Moni Intan Jaya kota Studi jayapura dalam keadaan panik dan trauma dikaitkan dengan perang keluarga yang sedang terjadi di Nabire Provinsi Papua Tengah antara orang Moni dengan Orang Walani salah satu sub suku orang Moni bagian Barat bulan Februari lalu.

Kemudian, Yosua Ayapa mengaku telah bersala dan meminta maaf kepada seluruh anggota Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Intan Jaya Kota Studi Jayapura, dan juga kepada para kaum intelektual dan profesional atas menterjebak mereka menyebabkan komentar-komentar yang menjelekkan nama baik mahasiswa kota studi Jayapura. Ia menyampaikan permintaan maaf atas nama dirinya dan mewakili mahasiswa kota studi asalnya di Sulawesi Utara kota Manado.

Demikian juga mahasiswa dari Intan Jaya kota Studi Jayapura menegaskan kepada publik bahwa; bagi mereka hal baru yang terjadi kalangan mahasiswa kota studi Jayapura sebelumnya belum pernah terjadi, pimpinan mahasis kota studi Yunius Tapani menegaskan bahwa mahasiswa kota studi Jayapura punya organisasi dan punya aturan yang mengikat, ia lanjutkan bahwa di kota studi tidak ada perbedaan karena mereka merasakan satu bapa, satu mama dan satu keluarga besar asal Intan Jaya sehingga hal tersebut tidak mungkin terjadi, terutama kepada kaum intelektual dan profesional atau pemerintah daerah, mahasiswa menegaskan untuk tidak dapat menanggapi informasi yang tidak berdasar.

Maka demi memberbaiki citra nama baik mahasiswa Moni asal Intan Jaya kota studi Jayapura dapat melakukan klasifikasikan untuk memberikan keterangan yang baik dan benar berdasarkan fakta yang terjadi kepada publik untuk dapat disimak dan dapat diketahui oleh seluruh masyarakat kab Intan Jaya.

Informasi pembohongan sering terjadi, tetapi sebagai warga net yang menggunakan jejaringan sosial perlu tahu etika komunikasi dan interaksi netizen sehingga dapat menjaga nama baik. Karena penyebaran berita penyuduhan adalah berita tidak berdasar tanpa kepastian kebenaran yang tidak dapat terpercaya sehingga menimbulkan pencemaran nama baik yang bisa menyimpulka masalah sosial atau menjerat dirinya dengan UU ITE.

Sehingga seluruh mahasiswa dari Intan Jaya kota studi Jayapura bersama pihak penyebaran berita salah penyuduhan telah diklarifikasi masalah. Sebagai pihak pimpinan mahasiswa kota studi jayapura telah mengetahui usai klarifikasi dan saling meminta maaf lalu bubar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA

  Persiapan khotba untuk Ibadah Rayon 2 Jemaat Pos PI Amin Pada hari kamis, 14 Agustus 2025 Di rumah keluarga Bapak Gabriel Mbogau By Hengki Wamuni 1 Korintus 7: 17-24 (bc-17) SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA – Berusaha Hidup Sesuai Tujuan Dan Rencana Kekal Allah Introduksi Paulus menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam konteks jemaat Tesalonika yang saat itu menghadapi pembatasan akses dan ruang bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Pembatasan itu diberlakukan dengan alasan: Sistem agama dan budaya : masih terjadi perdebatan soal hukum Taurat , khususnya mengenai sunat di kalangan jemaat. Strata sosial : perbedaan antara tuan dan hamba. Status perkawinan : antara yang sudah menikah dan yang lajang. Atas hubungan perbedaan inilah, Paulus menegaskan bahwa keadaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi diri dalam menjalankan pekerjaan dan pelayanan Tuhan. Jika sudah bersunat, jangan berusaha menghapus...

MENEMUKAN IDENTITAS BARU DAN PEMULIHAN HIDUP

By Hengki Wamuni INTRODUKSI Tulisan ini adalah catatan refleksi pribadi selama mengikuti retreat. Menutup semester pertama, Yayasan Pendidikan Amamapare (YPA) Papua menyelenggarakan retreat selama tiga hari di Ruang MPR (Aula) YPA Papua. Bagi saya, momen ini sangat penting karena melalui kegiatan tersebut saya memperoleh banyak pembelajaran baru yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan pemulihan hidup. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah para pemateri termasuk ketua komunitas mereka datang dari latar belakang pengalaman hidup yang beragam, yaitu pengalaman pahit di masa lalu. Melalui kesaksian hidup mereka, pengalaman pribadi yang telah dipulihkan menjadi kesaksian yang menguatkan dan memberkati orang lain. Dari situ kami belajar tentang kehidupan melalui kehidupan yang nyata dan hidup. Refleksi saya berawal dari kesaksian hidup yang saya dengarkan selama retreat, yang kemudian saya bandingkan dengan realitas kehidupan anak-anak Papua. PENGALAMAN KEHIDUPAN ANAK PE...

Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat

  HIDUPKAN NADI GEREJA [Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat]  By Hengki Wamuni Gereja Mulai Bergeser Dari Tugas Panggilan  Dewasa ini, dalam banyak hal, gereja tampak mulai bergeser dari pusat panggilannya. Fungsi utamanya kerap melemah, sementara perannya lebih sering terlihat sebagai tempat pertemuan rutin atau panggung untuk khotbah retorika yang indah didengar, namun kurang menyentuh realitas kehidupan jemaat. Pelayanan kadang terjebak pada formalitas dan jabatan, bukan lagi panggilan hati. "Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" ( Yohanes 15:5 ). Pergumulan Jemaat Yang Terabaikan Ironisnya, di tengah semarak kegiatan, banyak jemaat justru hidup dalam pergumulan berat yang terabaikan. Ada rumah tangga yang retak, anak-anak yang kehilangan perhatian, pemuda yang terseret ke pergaulan buruk, ibu-ibu janda yang berjuang sendiri, serta pengangguran yang dibiarkan tanpa solusi. Sebagian jemaat terjebak dalam pola hidup yang mer...