Langsung ke konten utama

Merenungan Peringati Hari Kenakan Tuhan Yesus Pada Ke-IV Hari

 KENAIKAN YESUS TANDA BUKTI KEMENANGAN MENGALAHKAN KUASA KEJAHATAN (Kejadian 3:15)

[Rema Hari Merenungan Peringati Hari Kenakan Tuhan Yesus Pada Ke-IV Hari]

Kejahatan dan kebejatan hati pikiran dan moral yang memilukan hati Allah, tidak ada pekerjaan yang manusia lakukan untuk kembali hubungan semula berbaik dengan Allah (Kejadian 6:6)! Manusia semakin menjauhi dari Allah, kejahatan semakin meningkat, berubah kesetiaan kepada penyembahan berhala dan memusatkan diri nya mengantikan tempat Allah yang layak memperoleh pujian dan kemuliaan dari manusia. Hidupnya sia-sia.

Otoritas eksistensi keilahian Yesus yang harus dipertahankan sebagai Allah, tidak menganggap kedudukan-Nya sebagai Allah dalam ketaatan dan kesetiaan melaksanakan kehendak Bapa-Nya dan memperkenalkan rencana kekal Allah, yaitu merebut kembali orang-orang tawanan dari pembohongan Iblis dan cengkraman dosa. Kerendahan hati Kristus sangat berlawanan secara kesadaran rasional manusia dengan sifat Kristus itu yang  melalui mendapatkan pengutukan atas diri-Nya sebagai manusia jahat atas kejahatan dan kedurhakaan pikiran manusia (Filipi 2:6-8) di atas Salib. Sesaat saja Ia mendapatkan kedudukan yang lebih rendah dari manusia (Yesaya 53), tetapi Yesus memperoleh kedudukan yang  paling terhormat dan mengangkat tempat lebih tinggi dari atas penguasa yang lain (Filipi 2:9; Yohanes 6:29). Dengan kemenanganNya mengalahkan kuasa maut, Yesus telah menaklukkan kepada mereka yang pemberontak dan penjahat untuk percaya kepadaNya-juga semua umat manusia sebagai Tuhan dan penebus hidup.

Yang Allah kehendaki ialah, sekarang kita percaya kepada Kristus Yesus sang Juru Selamat Dunia yang diutus ke dalam dunia (Yohanes 6:29). Yesus sendiri menyatakan dengan jelas dan terang bahwa hanya kepada Dia, melalui Dia sajalah manusia bisa dikenang dan memperoleh keselamatan (Yohanes 16:4 dst) dalam bentuk gambarannya, menyebutkan DiriNya terang dunia.

Sebagai bayangkan yang terdapat dalam hukum taurat telah digenapi Kristus secara nyata yang tersimpulkan dalam hukum Kasih (Ulangan 6:5). Melalui Pengorbanan Yesus mengubah citra manusia dihadapan Allah.

Kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke surga merupakan bukti kemenangan memperoleh tempat lebih tinggi dari atas penguasa lain. Berhasil memperebutkan kembali manusia kepada hubungan semula. Yesus telah mengalahkan segala kuasa, dan Ia memperoleh nama di atas segala nama. Saat bila mana waktunya akan mendirikan kerajaanNya mengumpulkan kami anak-anakNya untuk memerintah bersama sang penebus selamanya.

Keselamatan telah disediakan Yesus melalui Pengorbanan dan kebangkitan secara gratis bagi setiap orang yang ingin selamat. Perbedaan prinsip hukum konteks perjanjian lama sangat berbeda dengan masa perjanjian Baru tentang ganjaran dosa. Dimana penghukuman zaman Kristus akan memuncak saat Kristus kembali. Setiap perbuatan akan mengadili saat Yesus kembali ke dua kali menurut perbuatan kita. Langkah memperoleh keselamatan mudah melalui merubahkan pikiran dan karakter yang salah, kemudian percaya kepada Kristus sang penyelamat satu-satunya yang kita andalkan. Kristus telah turut meninggikan eksistensi dan status kita sebagai anak-anak Allah yang layak mendapatkan warisan kerajaan Allah bersama saat kenaikan Tuhan Yesus. Kemenangan Kristus telah memberikan kebebasan, kemenangan kepada kita. Maka marilah kita taat dan tunduk kepada Tuhan. Milikilah iman kepada TUHAN, Allah melalui doa dan puasa dan lawan segala kuasa kejahatan maka ia akan lari dari pada kita.

Amin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA

  Persiapan khotba untuk Ibadah Rayon 2 Jemaat Pos PI Amin Pada hari kamis, 14 Agustus 2025 Di rumah keluarga Bapak Gabriel Mbogau By Hengki Wamuni 1 Korintus 7: 17-24 (bc-17) SUKACITA MELAKUKAN TUGAS PANGGILAN DALAM KEADAAN SEBAGAIMANA KITA ADA – Berusaha Hidup Sesuai Tujuan Dan Rencana Kekal Allah Introduksi Paulus menyampaikan pesan Firman Tuhan dalam konteks jemaat Tesalonika yang saat itu menghadapi pembatasan akses dan ruang bagi pelayanan pekerjaan Tuhan. Pembatasan itu diberlakukan dengan alasan: Sistem agama dan budaya : masih terjadi perdebatan soal hukum Taurat , khususnya mengenai sunat di kalangan jemaat. Strata sosial : perbedaan antara tuan dan hamba. Status perkawinan : antara yang sudah menikah dan yang lajang. Atas hubungan perbedaan inilah, Paulus menegaskan bahwa keadaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membatasi diri dalam menjalankan pekerjaan dan pelayanan Tuhan. Jika sudah bersunat, jangan berusaha menghapus...

MENEMUKAN IDENTITAS BARU DAN PEMULIHAN HIDUP

By Hengki Wamuni INTRODUKSI Tulisan ini adalah catatan refleksi pribadi selama mengikuti retreat. Menutup semester pertama, Yayasan Pendidikan Amamapare (YPA) Papua menyelenggarakan retreat selama tiga hari di Ruang MPR (Aula) YPA Papua. Bagi saya, momen ini sangat penting karena melalui kegiatan tersebut saya memperoleh banyak pembelajaran baru yang berkaitan dengan pembentukan karakter dan pemulihan hidup. Hal yang menarik dari kegiatan ini adalah para pemateri termasuk ketua komunitas mereka datang dari latar belakang pengalaman hidup yang beragam, yaitu pengalaman pahit di masa lalu. Melalui kesaksian hidup mereka, pengalaman pribadi yang telah dipulihkan menjadi kesaksian yang menguatkan dan memberkati orang lain. Dari situ kami belajar tentang kehidupan melalui kehidupan yang nyata dan hidup. Refleksi saya berawal dari kesaksian hidup yang saya dengarkan selama retreat, yang kemudian saya bandingkan dengan realitas kehidupan anak-anak Papua. PENGALAMAN KEHIDUPAN ANAK PE...

Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat

  HIDUPKAN NADI GEREJA [Inkarnatoris Pelayanan Gereja Dalam Konteks Realitas Jemaat]  By Hengki Wamuni Gereja Mulai Bergeser Dari Tugas Panggilan  Dewasa ini, dalam banyak hal, gereja tampak mulai bergeser dari pusat panggilannya. Fungsi utamanya kerap melemah, sementara perannya lebih sering terlihat sebagai tempat pertemuan rutin atau panggung untuk khotbah retorika yang indah didengar, namun kurang menyentuh realitas kehidupan jemaat. Pelayanan kadang terjebak pada formalitas dan jabatan, bukan lagi panggilan hati. "Sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa" ( Yohanes 15:5 ). Pergumulan Jemaat Yang Terabaikan Ironisnya, di tengah semarak kegiatan, banyak jemaat justru hidup dalam pergumulan berat yang terabaikan. Ada rumah tangga yang retak, anak-anak yang kehilangan perhatian, pemuda yang terseret ke pergaulan buruk, ibu-ibu janda yang berjuang sendiri, serta pengangguran yang dibiarkan tanpa solusi. Sebagian jemaat terjebak dalam pola hidup yang mer...